Pernah merasakan pahit getir menyandang status selebritas, lelaki kelahiran Gorontalo, 27 November 1985, itu enggan menjejakkan kaki kembali di dunia keartisan.
"Sudah ah, yang penting sudah ngerasain. Sekarang, fokus ke bubur Manado dulu," ucap Norman saat ditemui di warung bubur Manado miliknya di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu (8/10/2014).
Sejak bisnis bubur Manado Norman disorot media massa, nama Norman kembali dikenal orang. Alhasil, sejumlah tawaran untuk kembali menjadi seleb berdatangan. Namun, dia menolak. Yah, setidaknya untuk saat ini.
"Mau yang biasa-biasa saja. Enggak mau target banget," kilahnya.
Peruntungan Norman di bidang kuliner terbilang baik. Merintis usaha makanan Manado sejak tiga bulan lalu, kini uang modal sudah kembali. Omzet dari dagang makanan Manado diakui Norman mencapai puluhan juta rupiah per minggu.
Kini, kondisi finansial Norman kembali stabil dan berhasil bangkit dari keterpurukan. Dengan rendah hati bapak dua anak ini mengatakan, semua pencapaian yang diraihnya berkat sang istri yang tiada lelah memberikan dukungan.
"Semua ini doa istri saya. Dia yang selalu men-support saya. Dia selalu melihat saya dari sisi positifnya," pujinya.
Untuk diketahui, Norman Kamaru dahulu merupakan anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Gorontalo. Berkat lipsync menyanyikan lagu Chaiyya-Chaiyya yang diunggah ke YouTube, Norman mendadak tenar.
Norman yang sedang tenar menerima banyak panggilan manggung. Akibatnya, tugas dan kewajiban Norman di kepolisan tak dijalani dengan baik. Norman pun diberhentikan tidak hormat pada 6 Desember 2011. Dia dinilai melanggar disiplin karena meninggalkan tugas selama 84 hari berturut-turut tanpa alasan jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News