Agnez Mo dalam wawancara Build Series (Foto: YouTube Build Series)
Agnez Mo dalam wawancara Build Series (Foto: YouTube Build Series)

Agnez Mo Memaafkan Salah Paham Warganet tentang "Darah Indonesia"

Hiburan agnez mo
Cecylia Rura • 27 November 2019 08:55
Jakarta: Penyanyi Agnez Mo menanggapi komentar warganet yang tampak salah paham dengan pernyataan Agnez Mo dalam wawancara eksklusif bersama BUILD Series yang diunggah di YouTube, Jumat, 22 November 2019.
 
Agnez menjelaskan, wawancara tersebut sebaiknya disimak utuh dan tak dipotong pada bagian khusus. Sebab, hal itu membuat konteks penjelasan Agnez terkesan tampak berbeda dan menimbulkan kesalahpahaman.
 
Agnez Mo membagikan informasi tentang bagaimana dia melibatkan kultur dan budaya Indonesia seperti potongan video Tari Jaipong dalam video musiknya. Dia juga menyematkan kultur Indonesia dalam video musik Overdose.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kenapa kalian tidak memotong dan menyunting bagian ini? Kalian orang-orang yang ingin menebar kebencian harusnya malu dengan memutar kata-kata dan maksud saya. Semua yang saya katakan adalah hal baik, bahwa meski saya seorang minoritas, saya bisa berbagi keberagaman yang saya pelarajari di negara saya," jelas Agnez Mo melalui akun Instagram @agnezmo, Rabu, 27 November 2019.
 
"Saya selalu membagikan tentang perbedaan tersebut dalam semua wawancara saya baik nasional dan internasional. Saya tidak bisa memilih keturunan atau DNA saya, tapi saya selalu membela negara saya, dan tak ada satupun yang bisa mengambilnya dariku," tulis Agnez.
 
Agnez Mo meminta agar pembaca, penggemar, maupun bukan penggemar Agnez Mo membaca secara utuh sebuah konten agar tidak salah paham. Dia pun memaafkan komentar-komentar miring soal pernyataannya tentang "tak memiliki darah Indonesia" dalam wawancara bersama Kevan Kenney untuk BUILD Series.
 
"Belajarlah untuk melihat semua secara utuh daripada memahaminya keluar dari konteks. Untuk orang-orang yang mendukungku, saya menyayangi kalian. Untuk kalian yang salah memahamiku, saya memaafkan kalian," tulis Agnez.
 
"Percaya padaku, tidak sedikitpun dendam atau amarah saya kepada kalian. Untuk kalian semua yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi, saya berdoa untuk kalian agar dapat memeroleh kedamaian di hati. Alkitab mengajarkanku hal itu, sehingga aku merasa tenang," tulis Agnez.
 
Potongan wawancara Agnez Mo dan Kevan Kenney tersebar di media sosial Twitter dan menjadi trending topic sejak Selasa, 26 November 2019. Cuitan sejumlah akun menyebutkan Agnez Mo seperti melupakan negara sendiri setelah menapaki karier internasional. Salah satu akun @permadiaktivis mendapat ribuan likes dan retweet.
 
"Duh @agnezmo go international sampe segininya 'I don't have Indonesian blood whatsoever'. gini lho 'darah Indonesia' itu konsensus bersama Sumpah Pemuda identitas bangsa WNI. Statement anda khianati saudara2 anda turunan tionghoa yang tiap hari masih berjuang ingin diakui as equal," bunyi cuitan @permadiaktivis.
 
Perbincangan antara Agnez Mo dan Kevan dimulai dari topik membahas personaliti Agnez Mo yang tumbuh di Indonesia yang majemuk.
 
"Anda melakukan wawancara bagus dengan Nick dan saya belajar banyak karena saya rasa ada banyak kesalahpahaman tentang dirimu (Agnez Mo). Saya hanya ingin tahu bagaimana keberagaman kultur di Indonesia?" tanya Kevan.
 
"Ini sangat menarik karena Indonesia punya lebih dari 18 ribu pulau. Dan setiap negara memiliki suara (bahasa/logat/aksen) yang berbeda, pakaian adat berbeda, perkusi, musik kami dalam konteks umum memiliki banyak perbedaan. Saya tumbuh dengan perbedaan itu," jawab Agnez.
 
"Namun, hal yang tampak menarik saya tumbuh bersama gereja. Rasanya seperti memiliki musik tradisional Indonesia tapi dalam waktu bersamaan bernyanyi di dalam gereja. Itu menjadi bagian dari hidupku. Itu bukan menjadi representasi kultur Indonesia tapi representasi kultur inklusif dan saya berada di sana," kata Agnez.
 
Kevan menimpali jawaban Agnez lewat pernyataan Agnez Mo tampak berbeda dengan orang kebanyakan di Indonesia dan melihat Agnez Mo sebagai sosok yang populer dan sukses. Agnez Mo mula-mula menjelaskan asal muasalnya yang tak memiliki darah asli keturunan Indonesia. Dia mengaku sebagai warga keturunan Jerman, Jepang, dan Cina.
 
"Karena aku tidak memiliki darah keturunan Indonesia atau semacamnya. Aku memiliki keturunan Jerman, Jepang, dan Cina. Aku lahir di Indonesia dan aku menganut agama Kristen, agama minoritas di Indonesia dengan warga mayoritas beragama Muslim. Aku tidak akan bilang bukan bagian Indonesia, karena aku merasa orang-orang pun menerimaku. Namun terkadang ada perasaan, aku tidak seperti orang pada umumnya," kata Agnez.
 
Kevan memuji perspektif itu. Agnez melanjutkan pernyataannya, dia berusaha untuk menyuarakan perbedaan dan keberagaman di Indonesia. Sebagai warga minoritas dan tak menjadi bagian dari suku spesifik di Indonesia seperti Batak, Dayak, maupun Sunda, Agnez Mo berusaha menerima perbedaan dan keunikan yang dimiliki.
 
"Dan pastinya menjadi contoh bagi orang lain," kata Kevan.
 
"Ya, tentu," kata Agnez.
 
Perbincangan mereka berlanjut dalam topik kemampuan Agnez Mo yang bisa terhubung dengan banyak orang. Agnez menjelaskan, dia tak hanya ingin bergaul dengan orang-orang populer tapi merangkul personaliti yang butuh rangkulan.
 
"Saya tidak ingin hanya menjalin hubungan dengan orang-orang populer. Saya perlu terhubung dengan orang-orang yang merasa terasingkan dari dunianya. Saya ingin mengatakan kepada mereka saya juga sebenarnya introvert (tertutup). Saya tidak biasa berbicara di depan publik, meski saya seorang figur publik dan banyak pengikut," kata Agnez.
 
"Merepresentasikan hal itu lebih penting daripada hanya mewakili suara orang-orang populer. Maksud saya bagus jika merepresentasikan keduanya, tapi menjadi pengingat yang baik bagi saya yang datang dari tempat yang membuat saya merasa tidak seperti orang pada umumnya (mayoritas), bahwa saya masih bisa melakukannya," kata Agnez.
 
Agnez Mo juga mengunggah penjelasan tentang pernyataannya soal perbedaan kultur dalam wawancara bersama Kevan Kenney untuk media BUILD Series. Dia bangga dapat menjadi representasi warga minoritas di Indonesia dengan negara mayoritas beragama Muslim. Dia yang bahkan memiliki keturunan Jerman, Jepang, dan Cina, bagian dari kemajemukan Indonesia, mampu menginspirasi orang banyak dan membawa nama Indonesia.
 
"Saya tumbuh di tengah keberagaman kultur. Saya berpegang pada konsep kultur inklusif. Bhinneka Tunggal Ika berarti bersatu dalam keberagaman. Saya suka ketika dapat berbagi tentang asal muasal saya dan negara saya. Saya akan selalu memberikan pernyataan jujur dan bersaksi pada dunia bagaimana seorang minoritas sepertiku diberi kesempatan untuk bemimpi dan mengejar impian," tulis Agnez Mo, Selasa, 26 November 2019 melalui Instagram.
 

 
(ASA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif