Deddy Sutomo Meninggal saat Menonton Acara Televisi
Deddy Sutomo di Festival Film Indonesia 2017 Manado (purba wirastama)
Tangerang: Dunia perfilman Indonesia kembali berduka. Aktor senior Deddy Sutomo meninggal dunia pada Rabu, 18 April 2018, di kediamannya di Puri Flamboyan, Rempoa, Tangerang Selatan. Pemeran di film Kartini ini mengembuskan nafas terakhir sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurut Rendy Surindrapati, putra ketiga almarhum, ayahnya meninggal di rumah, saat sedang asyik menyaksikan siaran televisi.

"Waktu itu Bapak sedang menonton televisi, persis di sebelah saya. Tiba-tiba seperti orang tersedak dan langsung meninggal," kata dia.



Kediaman Deddy Sutomo di Puri Flamboyan, Rempoa, Tangerang didatangi para pelayat (Foto: Farhan Dwitama)

Kabar duka ini menyusul kabar duka meninggalnya aktor senior Amoroso Katamsi yang meninggal kemarin, Selasa, 17 April 2018. Kepergian Deddy meninggalkan duka di hati para selebritas, terutama yang pernah beradu akting dengannya seperti Lukman Sardi, Dian Sastrowardoyo, dan Tio Pakusadewo.

Bersama WS Rendra, Deddy ikut mendirikan Studi Grup Drama Yogyakarta, sebuah kelompok teater di Yogyakarta pada era 1960-an. Kelompok ini juga mempertemukan dia dengan mendiang Amoroso Katamsi.

Sama seperti Amoroso, Deddy aktif sebagai aktor layar lebar sejak 1970-an. Film pertamanya adalah Awan Djingga (1970) yang disutradarai Lilik Sudjio. Setelah menjadi Panji di film Pandji Tengkorak (1971) garapan A Harris dan Yang Shih Ching, namanya semakin populer.

Deddy juga bermain di film perang atau perjuangan. Jika Amoroso dikenal sebagai Soeharto, Deddy dikenal sebagai Jenderal Sudirman lewat Janur Kuning (1979) garapan Alam Surawidjaja.

Setelah sempat tak aktif di perfilman pada era 1990-an, Deddy kembali ke layar lebar dalam peran kecil di film Maskot (2006) garapan Robin Moran. Dia aktif bermain di sejumlah film hingga 2017, seperti Doa Yang Mengancam (2008), Tanda Tanya (2011), Mooncake Story (2017), dan Kartini (2017).

Dia menjadi nomine aktor utama atau pendukung terbaik dalam Festival Film Indonesia. Lewat film Mencari Hilal (2015) garapan Ismail Basbeth, Deddy mendapatkan Piala Citra pertamanya sebagai aktor utama terbaik. Dalam FFI 2017, dia menjadi nomine aktor pendukung terbaik lewat Kartini.

Selain berakting, Deddy juga sempat menjadi anggota legislatif DPR RI komisi X periode 2004-2009. Jenazah Deddy saat ini disemayamkan di rumahnya di Puri Flamboyan, Rempoa, Tangerang Selatan.

 



(DEV)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id