Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo (Foto: dok. ist)
Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo (Foto: dok. ist)

Sosok Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo di Mata Kolektor Seni

Medcom • 27 Februari 2022 07:00
Jakarta: Indonesia kehilangan sosok maestro lukis kenamaan Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo. Dia tutup usia pada  Sabtu, 26 Februari 2022.
 
Di mata kolektor seni yang juga pemilik Galeri Apik Jakarta Raden Rahmat Bastian, sosok Srihadi adalah sosok yang luar biasa. Rahmat yang mengoleksi sejumlah karya seni Srihadi dan masing-masing karya seni almarhum punya kenangan tersendiri.
 
"Dunia seni rupa dunia juga sangat kehilangan dengan meninggalnya almarhum di usia 90 tahun, karena karya-karya Prof. Srihadi Soedarsono sangat unik, langka dalam goresan dan kombinasi warna pilihannya. Terbukti, karyanya sering diburu kolektor-kolektor maupun art dealer kelas dunia, termasuk saat dilelang di Singapore, Hong Kong maupun New York," kenangnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya Rahmat, pelukis asal Pagar Alam, Sumatera Selatan yang kini menetap di Jogjakarta, Yarno, juga punya penilaian tersendiri terhadap almarhum. Sebagai sesama seniman, Yarno juga menjadikan sang maestro panutan.
 
Ia melihat karya Srihadi berkarakter kuat. "Itu tidak terlepas dari pendirian senimannya yang sangat kuat berjalan dijalurnya," kenangnya terhadap sosok almarhum.
 
Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo meninggal pada usia 90 tahun, Sabtu (26/2/2022), pukul 05.15 WIB di kediamannya di Bandung.
 
Pelukis kelahiran 4 Desember 1931 itu disemayamkan di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB) dan disalatkan di Masjid Salman. Selanjutnya, jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
 
Kabar duka juga dibagikan akun media sosial ITB. Srihadi memang merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa di ITB dan pernah mengajar sebagai dosen.
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif