Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Foto: MI/Rommy Pujianto)
Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Foto: MI/Rommy Pujianto)

Asta RAN Bagikan Video Pak Sutopo Curhat tentang Rokok dan Kanker

Hiburan obituari
Kumara Anggita • 09 Juli 2019 12:36
Jakarta: Kepergian Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho membawa duka bagi warga Indonesia. Asta Andoko personel RAN pun turut membagikan video Sutopo melalui story instagramnya.
 
Dalam potongan video tersebut, Sutopo membuka tentang hidupnya yang dikelilingi oleh para perokok. Ini menjadi pengingat untuk orang banyak bahwa merokok tidak hanya merugikan diri sendiri tapi orang di sekitar.
 
“Awalnya kami di kantor BNPB dan sebagian besarkaryawan yang ada di sana banyak yang merokok,” ujar Sutopo dalam video tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu sutopo bercerita bagaimana kronologis saat dia didiagnosa penyakit kanker paru-paru. Hal ini menggemparkan keluarganya.
 
“Sebenarnya merasa batuk-batuk. Ada nyeri-nyeri di tulang juga sudah cukup lama. Saya ke rumah sakit ke dokter paru disuruh rontgen kemudian disuruh CT scan. Dokter mengatakan sampeyan sakit kanker paru stadium 4. Ya tentu saya shock,” kata Sutopo.
 
“Pertama saya kasih tahu, ya nangis semua, karena semua tahu lah kanker itu tidak ada obatnya. Saya bukan perokok. Keluarga saya tidak ada yang merokok. Saya hidup sehat,” lanjutnya.
 
Meningat Sutopo selama ini hidup dengan gaya hidup yang sehat. Menjadi perokok pasif dianggapnya mungkin menjadi alasan dia terkena penyakit mematikan itu.
 
“Ya ada kemungkinan salah satu penyebabnya adalah saya perokok pasif,” katanya.
 
Sutopo kemudian mengingatkan generasi muda untuk menjauhi rokok. Segala pemahaman bahwa rokok adalah sesuatu yang keren harus disingkirkan. Ini semua bukan hanya untuk diri sendiri tapi orang yang dikasihi dan orang sekitar.
 
“Buat generasi muda, terutama anak-anak. jangan merokok. Tidak ada orang akan menilai dia akan kehilangan gagah kalau merokok seperti iklan-iklan itu. Itu sangat menyesatkan. Stoplah rokok. Ingat bukan Anda, tapi untuk keluarga Anda. istri Anda, suami Anda, anak-anak Anda, dan sebagainya,” ujarnya.
 
Sutopo meninggal dunia akibat kanker paru pada hari Minggu 07 Juli 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Dia dimakamkan di di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sonolayu, Boyolali.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif