Soleh Solihun (Foto: Medcom/Elang)
Soleh Solihun (Foto: Medcom/Elang)

Soleh Solihun Merasa Berutang Budi pada Arswendo Atmowiloto

Hiburan soleh solihun Arswendo Atmowiloto
Elang Riki Yanuar • 20 Juli 2019 08:00
Jakarta: Soleh Solihun ikut kehilangan atas meninggalnya wartawan dan penulis terkenal Arswendo Atmowiloto pada Jumat, 19 Juli 2019. Soleh punya kenangan khusus dengan Arswendo ketika dia masih menjadi mahasiswa tingkat akhir.
 
Soleh yang kuliah di Bandung hendak menjadikan Arswendo sebagai narasumber skripsinya pada tahun 2004. Dia kemudian membuat janji bertemu Arswendo yang berada di Jakarta.
 
"Saya naik Metro mini ke situ. Lama mencari alamatnya karena nomornya ngacak. Sampai sana Arswendo enggak ada. Saya kejar dia ke Pakubuwono dia lagu ngisi seminar. Kami wawancara di tempat parkir sambil berdiri. Jadi wawancara sambil dia menghabiskan beberapa batang rokok di parkiran mobil dengan santai," kenang Soleh Solihun saat ditemui di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (19/7/2019).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bintang film Mau Jadi Apa? ini pun terkesan dengan sikap rendah hati Arswendo yang mau meladeni mahasiswa sepertinya. Setelah peristiwa itu, Soleh merasa berutang budi pada penulis Keluarga Cemara itu.
 
"Saya merasa Arswendo baik karena mau meladeni mahasiswa dari Jatinangor. Dia jadi salah satu orang yang berjasa meluluskan saya. Jadi dari sisi akademis saya berutang budi sama dia," ujarnya.
 
Menurut Soleh, Arswendo Atmowiloto punya jasa besar di berbagai bidang semasa hidupnya. Dia juga mengagumi gaya penulisan Arswendo yang dianggap punya ciri khusus.
 
"Saya suka gaya dia yang selengean, ceplas ceplos. Intelektual yang selengean. Kalau dari sisi jurnalistik karya dia ya Tabloid Monitor. Itu kan pionir tabloid infotainment. Ketika sekarang banyak jenis infotainment baik cetak, online, dan televisi ya dia salah satu pionirnya. Buat saya Indonesia kehilangan budayawan besar," jelas Soleh.
 
Arswendo Atmowiloto akan dimakamkan di Sandiego Hill Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 20 Juli 2019. Sebelumnya akan diadakan misa requiem kebaktian pagi pelepasan jenazah di Gereja St. Matius Penginjil, Paroki Bintaro, Pondok Aren.
 


 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif