Ditemani istri, Daisy Paindong, dia membuka kios kecil di Tower Damar, Apartemen Kalibata City, Kalibata, Jakarta Selatan. Menu andalannya ayam woku dan cakalang suwir.
Meski kini tengah menjadi penjual makanan khas Manado, diam-diam Norman tetap menyimpan asa suatu hari nanti bisa kembali terjun ke dunia entertainment. Namun, untuk saat ini mental Norman belum siap.
"Balik ke entertainment ada sih (keinginan), tapi kesiapan belum, karena saya baru keluar dari manajemen. Bukan trauma, karena sekarang saya lebih bebas. Saya bisa berbaur dengan masyarakat," ujar Norman saat ditemui di warung J&J di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2014).
Sambil berjualan bubur, Norman merangkap sebagai penyanyi di kafe. Apapun yang dikerjakan Norman asalkan halal, Daisy mendukung 100 persen.
"Job nyanyi, alhamdulilah ada. Dia lebih bebas sekarang. Jobnya selalu ada saja. Mulai dari perkawinan dan launching beberapa produk. Kadang Jumat dia ke Bandung, manggung di kafe-kafe. Dia juga manajer sebuah band," papar Daisy.
Terpelanting dari posisi artis menjadi pedagang makanan, tentu awalnya berat dijalani Daisy dan Norman. Apalagi pasutri yang telah dikaruniai dua anak ini sempat mendapat cibiran dari keluarga besar tatkala memutuskan berjualan makanan.
"Sakit hati sih. Keluarga sempat bilang, kok bisa dagang bubur. Malah kita disuruh pulang. Tapi kita sudah jelasin kok. Ya mungkin di balik pemberitaan ini ada hikmahnya," terang Norman.
Lelaki kelahiran 27 November 1985 ini tak peduli cibiran orang. Dia dan Daisy mantap mengadu nasib di Jakarta meski hanya berjualan makanan Manado. Bahkan, mereka memberi nama kiosnya 'J&J Cafe' yang merupakan inisial nama kedua anaknya.
"Joshua Kamaru dan Jade Kamaru. Sempat sih orangtua bilang, kasih nama Chaiya Chaiya aja, tapi Norman enggak mau. Nanti kampungan," terang Daisy.
Selain menjual makanan Manado, pasangan yang sudah tiga tahun tinggal di Green Palace ini juga menjual mie instan dan kopi 24 jam dengan dibantu tiga pegawai. Alasan keduanya membuat warung makanan adalah sesuai dengan hobinya, yaitu masak dan makan.
"Kita lebih bahagia sekarang ini. Gengsi atau rezeki itu dari Tuhan. Kenapa gengsi, kenapa harus malu," ujar Norman.
Ia berharap bisa memperluas bisnis kulinernya itu. "InsyaAllah, kalau ada rezeki bagus ingin dibesarkan lagi," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News