Goo Hara (Foto: via koreaboo)
Goo Hara (Foto: via koreaboo)

Polisi Temukan Catatan yang Diduga Surat Wasiat Kematian Goo Hara

Hiburan Goo Hara Meninggal
Dhaifurrakhman Abas • 25 November 2019 13:03
Jakarta: Kepolisian Seoul dikabarkan telah menemukan catatan yang diduga ditulis Goo Hara sebelum meninggal. Isi pesan tersebut masih dirahasiakan.
 
Melansir Koreaboo, polisi menemukan catatan tersebut pada Senin 25 November 2019. Catatan itu ditemukan di tempat Goo Hara ditemukan meninggal.
 
Polisi masih mencari tahu apakah ada hubungan antara isi catatan yang ditemukan dengan penyebab meninggalnya Goo Hara. Namun sejauh ini polisi belum memberi pernyataan resmi lantaran isi catatan tersebut ambigu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi juga belum memutuskan untuk melayangkan surat perintah autopsi terhadap jenazah Goo Hara. Meskipun pada Mei lalu, mantan anggota girlgroup KARA itu sempat dirawat di rumah sakit karena berniat bunuh diri.
 
Saat itu, Goo Hara terlibat perselisihan dengan mantan kekasih yang mengancam akan menyebarkan video seks Goo Hara.
 
Sebelumnya diberitakan, Departemen Kepolisian Gangnam melaporkan telah menemukan Goo Hara tak bernyawa di rumah Cheongdam-dong sekitar pukul 18.00 waktu Korea Selatan. Dia meninggal di usia 28 tahun.
 
Agensi Jepang yang menaungi Goo Hara, Production Ogi, juga telah merilis pernyataan terkait meninggalnya Hara di kediamannya pada Minggu. Production Ogi menyampaikan pernyataan kepada agensi hiburan Korea Selatan bernama 8D Creative, karena Goo Hara tidak berafiliasi dengan agensi Korea mana pun pada saat ini.
 
"Halo. Kami di sini untuk menyampaikan berita tragis dan sangat disayangkan," tulis Production Ogi dilansir dari Soompi.
 
Agensi itu juga meminta penggemar maupun media untuk tidak membuat berita berdasarkan desas-desus untuk menghormati keluarga serta kawan-kawan yang ditinggalkan Hara.
 
"Anggota keluarga dan teman-teman Goo Hara sangat terkejut dan cemas saat ini. Karena itu, kami dengan sungguh-sungguh meminta untuk tidak menulis artikel spekulatif dan menyebarkan desas-desus," kata mereka.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif