Jerinx saat tampil bersama Superman Is Dead di Synchronize Festival 2018 (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)
Jerinx saat tampil bersama Superman Is Dead di Synchronize Festival 2018 (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jerinx Geram dengan Turis Bermental "White Supremacy" di Bali

Cecylia Rura • 19 Maret 2019 18:26
Jakarta: Jerinx, drummer Superman Is Dead mengkritisi supremasi kulit putih di tanah Bali. Kehadiran beberapa turis yang mengunggulkan supremasi kulit putih di Bali dianggap meresahkan. Menurutnya, wilayah Kuta menjadi sepi setelah kehadiran para turis dengan mental supremasi rasial itu.
 
"Fakta: Turis-turis bermental white supremacy macam ini membuat Kuta makin tahun makin sepi. Turis-turis berkualitas cenderung memilih menghindari Kuta akibat perilaku para white trash ini," tulis Jerinx dalam akun Instagram @jrxid, Senin, 18 Maret 2019.
 
Lima tahun lalu, Jerinx bersama ketua pemuda dari 11 banjar di Kuta sempat turun tangan menemui Made Mangku Pastika, Gubernur Bali yang menjabat saat itu. Namun, Jerinx menuturkan aksi itu justru tidak menghasilkan sesuatu yang diharapkan. 

"Diundang ke Simakrama, dipaksa foto bareng, tanpa izin foto tersebut diekspose media seolah saya pro Mangku, tapi tak satu pun permintaan kami sebagai warga Kuta dipenuhi," tulis Jerinx.
 
Jerinx menyebut akun Instagram Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung Giri Prasta dalam pesan berisi ungkapan keresahan yang dilakukan turis rasia sejak lama.
 
Hal meresahkan lain, Jerinx menceritakan kegelisahan saat para turis rasis menerapkan ideologi supremasi kulit putih dalam marketing bisnis di Bali, meminggirkan warga lokal Bali.
 
"Contoh paling simpel: membuka puluhan studio tato dengan penanda atau stiker bertuliskan Owned by Aussie (Milik orang Australia), sementara seluruh stafnya lokal. Buat apa coba kalau bukan untuk merendahkan studio tato milik lokal?" tulis Jerinx.
 
Jerinx mengaku sudah tiga tahun vakum dari bisnis tato. Ungkapan tersebut adalah kekesalan Jerinx beberapa tahun lalu saat masih berbisnis studio tato.
 
Tindakan para turis rasis dianggap sebagai bentuk penjajahan berkedok turis, mengasingkan penduduk lokal dari tanah airnya sendiri. 
 

View this post on Instagram

Ayo tag @gubernur.bali @giri.prasta agar mereka jengah dan turun langsung ke lapangan! Fakta: Turis-turis bermental white supremacy macam ini membuat Kuta makin tahun makin sepi. Turis-turis berkualitas cenderung memilih menghindari Kuta akibat perilaku para white trash ini. Tahun 2013, bersama para ketua pemuda dari 11 banjar di Kuta, saya coba cari solusi atas isu ini; menemui beberapa pejabat hingga menemui Gubernur saat itu @mademangkupastika - yg ternyata hanya memanfaatkan kami/saya utk kepentingan kampanye nya; diundang ke Simakrama, dipaksa foto bareng, tanpa ijin foto tsb diexpose media seolah saya pro Mangku, tapi TAK SATU PUN permintaan kami sebagai warga Kuta dipenuhi. Jika @gubernur.bali @giri.prasta benar sayang Bali, ayo lekas susun sistem filterisasi turis yg masuk Bali. Mayoritas warga Bali pasti support 100% Perlu diketahui juga, banyak dari turis white supremacist ini membuka bisnis di Bali dengan taktik marketing yg rasis. Contoh paling simpel: membuka puluhan studio tato dgn penanda/stiker bertuliskan OWNED BY AUSSIE, sementara seluruh staff nya lokal. Buat apa coba kalau bukan utk merendahkan studio tato milik lokal? Saya sudah 3 tahun tidak bermain di bisnis tato, jadi contoh di atas tidak ada unsur kompetisinya. Murni karena saya sejak lama sudah MUAK dengan perilaku para PENJAJAH berkedok turis ini. Ini Bali. Ini tanah air kita, di sini kita bukan turis. Tapi lama-lama kok orang Bali seperti dipaksa merasa terasing di rumahnya sendiri. Repost @tele.bali Kebiasan buruk bule-bule di Bali yg merasa dirinya superior. Padahal biasanya model seperti ini di negara mereka, levelnya poor class. Sejak bebas visa, Bali makin dibanjiri turis2 reject dan berkelakuan norak Selamat pagi teletabis. Kalo liat turis kayak gini lagi jangan ditolerir ya. Ingetin dia kalo kelakuannya itu katrok. Bila perlu, setset butuhne. Paham sat?! #TeleBali #SatTLBL #tele.bali

A post shared by JRX (@jrxsid) on


 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan