Kirana Larasati (Foto: Antara/Akbar Nugroho)
Kirana Larasati (Foto: Antara/Akbar Nugroho)

Cerita Kirana Larasti Dimintai Uang Ketika Kampanye

Hiburan kirana larasati Caleg Artis
Purba Wirastama • 24 April 2019 17:05
Jakarta: Pemilu Legislatif 2019 menjadi pengalaman pertama Kirana Larasati terjun ke dunia politik praktis. Jika sebelumnya, dia tahu soal strategi "politik uang" hanya dari mendengar dan membaca, kali ini Kirana berjumpa langsung di lapangan.
 
Bahkan, Kirana bertemu beberapa warga yang dengan inisiatif meminta uang sebagai syarat dirinya dipilih.
 
"Ternyata, memang (begitu). Saya baru ya terjun ke politik praktis, tetapi gosip atau ancaman untuk main uang, saya akhirnya tahu. Saya enggak berurusan dengan itu, tetapi ternyata benar adanya, bukan cuma isapan jempol," kata Kirana kepada Medcom.id, Rabu, 24 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kirana bergabung dengan PDIP dan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR dengan daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat I, meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi. Pada masa awal kampanye, Kirana sering bertemu dengan warga yang meminta uang "pelicin suara", baik eksplisit maupun implisit.
 
"Ada yang begitu awal-awal, tetapi gimana ya, saya memang tidak setuju. Itu tidak adil dan tidak akan mampu memperjuangkan hak mereka lima tahun ke depan. Iya kalau ketemu orang yang benar, (bagaimana) kalau yang salah dan hanya ingin memanfaatkan suara?" ujar Kirana.
 
Jika bertemu orang seperti itu, kata Kirana, dia akan memberi penjelasan singkat. Dia akan menegaskan bahwa hak suara setiap pemilih teramat berharga bagi perjalanan negara demokrasi selama lima tahun ke depan.
 
"Alangkah tidak elok jika kita menjual suara kita hanya untuk Rp20 ribu, sehari habis. Saya memberikan pernyataan seperti itu karena ada satu dua orang yang kasih kode minta seusatu. Saya bilang, 'Sesuai program pemerintah, kita tidak boleh seperti ini. Namun jika terpilih, kami pasti akan bangun daerah bersama-sama. Saya tidak akan mencoba membeli suara ibu,'" tutur Kirana.
 
Apakah menjadi caleg membuat Kirana tertekan?
 
Sejauh pengakuannya, Kirana baik-baik saja dan sudah siap kalah atau menang. Namun sejak awal, dia optimis bisa lolos ke kursi wakil rakyat di Senayan. Dia menyebut dirinya tidak mengalami tekanan atau stres sebagaimana ditakutkan orang-orang.
 
"Prinsip saya, apapun yang saya lakukan dalam pesta demokrasi ini, namanya pesta, saya harus berbahagia. Jadi ketika saya turun, mengkampanyekan diri saya dan Pak Jokowi (calon presiden petahana), itu saya lakukan senang hati," kata Kirana.
 
"Saya enggak merasa harus begini atau begitu (selama kampanye). Alhamdulilah sampai sekarang penentuan, saya enggak seperti banyak orang yang sudah lebih dulu depresi. Biasa saja. Kalau Tuhan buka kesempatan untuk saya mendapat amanah, saya akan duduk. Kalau enggak, ya berarti belum. Yang penting, saya sudah berusaha sebaik-baiknya," imbuhnya.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif