Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. (Foto: dok. Metro TV)
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. (Foto: dok. Metro TV)

Nekat Mudik? Ini Risikonya

Hiburan slank
Sunnaholomi Halakrispen • 14 Mei 2021 11:15
Jakarta: Libur Lebaran masih ada. Namun, pemerintah telah membuat larangan mudik. Lantaran demikian, grup band Slank dan Kementerian kesehatan (Kemenkes) pun membahas dampak jika masyarakat nekat mudik di tengah pandemi covid-19.
 
" Lebaran kali ini kan pemerintah kembali menerapkan peraturan larangan mudik. Sedih sih tapi mau bagaimana lagi. Kita harus sabar dan mengikuti supaya kita enggak mudik," ucap gitaris Slank, Ridho, dalam program Vaksin Slank untuk Indonesia di Metro TV.
 
"Karena kalau kita mudik, pasti paling terdampak kan dari segi kesehatan nantinya. Dan kalau kesehatan terganggu bagaimana mau perekonomian bangkit. Karena kan harus berjalan beriringan," tambah drummer Slank, Bimbim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apabila masyarakat nekat mudik, maka akan ada dampak yang ditimbulkan. Hal ini dipaparkan langsung oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sekaligus Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.
 
Ia menyatakan bahwa sekarang ini, masyarakat Indonesia dihadapkan dengan pandemi covid-19. Keberasaan virus covid-19 bisa bertahan apabila di dalam tubuh manusia. Penularannya pun terjadi dari manusia satu ke manusia lainnya. 
 
"Jadi kalau manusia banyak bertemu, berinteraksi, apalagi kalau kita mudik kan enggak ada mudik sendirian, pasti ramai-ramai. Pasti kemudian itu akan terjadi interaksi antar orang yang berisiko dan akan meningkatkan penularan covid-19," jelas dr. Nadia.
 
Nadia menekankan, berbahaya apabila masyarakat berhasil lolos dari razia larangan mudik atau curi-curi kesempatan untuk mudik. Kita tetap harus memikirkan keluarga yang berada di kampung. 
 
"Kita tahu kasus itu baru akan banyak dua atau tina minggu setelah kita pulang dari kampung. Jadi kita jangan meninggalkan penyakit di kampung halaman kita," pungkasnya.
 
Sementara itu, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin Slank untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. 
 
Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus". Tetapi, juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin Slank untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat," terang Bimbim.
 
"Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," tambahnya.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Namun khusus pada momen lebaran, "Vaksin untuk Indonesia" tayang pada Kamis, 13 Mei 2021. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
(ASA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif