Bungsu delapan bersaudara buah cinta pasangan Suaeb-Aisyah ini kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, sejak umur tiga tahun Benyamin diizinkan mengamen keliling kampung dan hasilnya untuk biaya sekolah kakak-kakaknya.
Sifat humoris pria kelahiran 5 Maret 1939, ini sudah terlihat sejak kecil. Bakat seni Benyamin tak lepas dari pengaruh sang kakek. Dua engkong Benyamin, yaitu Saiti, peniup klarinet, dan Haji Ung merupakan pemain Dulmuluk, sebuah teater rakyat. Haji Ung (Jiung) juga pemain teater rakyat pada zaman kolonial Belanda.
Sewaktu kecil, bersama tujuh kakaknya, Benyamin pernah membuat orkes kaleng. Kelompok musik kaleng rombeng yang dibentuk Benyamin saat berusia 6 tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni.
Dari tujuh saudara kandungnya, Rohani (kakak pertama), Moh Noer (kedua), Otto Suprapto (ketiga), Siti Rohaya (keempat), Moenadji (kelima), Ruslan (keenam), dan Saidi (ketujuh), tercatat hanya Benyamin yang memiliki nama besar sebagai seniman Betawi.
Pada 1959, Benyamin menikah dengan Nonnie. Sempat bercerai pada 7 Juli 1979, kemudian rujuk kembali pada tahun yang sama.
Benyamin kembali menekuni musik. Bersama teman-teman sekampung di Kemayoran, mereka membentuk Melodyan Boy. Benyamin nyanyi sambil memainkan bongo. Bersama bandnya ini pula, dua lagu Benyamin terkenang sampai sekarang, "Si Jampang" dan "Nonton Bioskop."
Berbagai pekerjaan, seperti kenek pun pernah digeluti Benyamin sebelum menjadi terkenal. Perjalanan karier sebagai musisi salah satunya saat dia berduet dengan Ida Royani.
Melalui Gambang Kromong juga, dia semakin memperlihatkan jati dirinya. Lagu seperti "Si Jampang" (1969) sukses di pasaran, dilanjutkan dengan lagu "Ondel-Ondel" (1971). "Kompor Mleduk," "Tukang Garem," dan "Nyai Dasimah," juga merupakan sederetan lagunya yang laris di pasaran.
Lewat popularitas di dunia musik, Benyamin mendapatkan kesempatan bermain film. Beberapa filmnya, seperti "Banteng Betawi" (1971), "Biang Kerok" (1972), "Intan Berduri," serta "Si Doel Anak Betawi" (1976) yang disutradarai Syumanjaya, semakin mengangkat ketenarannya.
Seniman yang sudah menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film ini tutup usia pada 5 September 1995, pada usia 56 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News