Ketua Imarindo Nanda Persada (Foto: instagram)
Ketua Imarindo Nanda Persada (Foto: instagram)

Ketua IMARINDO Sebut Kebebasan Berekspresi Artis Terbatas karena UU ITE

Hiburan selebritas
Dhaifurrakhman Abas • 09 Agustus 2020 20:16
Jakarta: Ketua Umum Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO), Nanda Persada, mengaku banyak perubahan terhadap komedi dan dunia hiburan dari masa ke masa. Fungsi kritik salah satunya.
 
"Dulu orang berkarya dengan tulus. Joke, lawakan, itu bisa menjadi alat kritik," kata Nanda melalui diskusi virtual bersama Indro Warkop, di Instagram @idnrowarkop_asli, Minggu 9 Agustus 2020.
 
Kebebasan berekspresi, kata Nanda, juga membedakan dunia hiburan serta komedi dulu dan sekarang. Saat ini, menurut Nanda, banyak artis dan seniman komedi yang terkekang karena adanya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang itu ada Undang-Undang ITE. Jadi ketika orang ingin berkarya dan mengekspresikan, ada rambu-rambunya. Teranyar ada konten kreator yang wawancara orang dan orang ini bermasalah, malah dilaporin polisi," terang dia.
 
Meski begitu, Nanda memaparkan, komedian dan dunia hiburan saat ini berkembang pesat. Tingkat kreativitas pelakonnya juga semakin tinggi didukung perkembangan zaman dan teknologi.
 
"Industri hiburan kini maju, kreativitasnya juga makin luas," papar Nanda.
 
Lebih lanjut, Nanda berpendapat jika artis dan seniman saat ini dan dulu nyaris sama nasibnya dalam memperjuangkan hak-hak royalti mereka. Persoalan royalti masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan hingga saat ini.
 
"Saya harap semuanya menyuarakan ini. Bukan hanya musik, tapi sinetron, komedi, dan lainnya. Karena ada keuntungan ekonomi di sana, seharusnya menjadi hak royalti," tandas Nanda.
 

 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif