I Made Suri Pandhu di Acara Vaksin Slank untuk Indonesia (Foto: dok. Metro Tv)
I Made Suri Pandhu di Acara Vaksin Slank untuk Indonesia (Foto: dok. Metro Tv)

Slank Dengarkan Curhat Penyintas Gangguan Kecemasan

Hiburan slank kesehatan mental Vaksin Slank untuk Indonesia
Medcom • 17 Oktober 2021 10:00
Jakarta: I Made Suri Pandhu atau biasa dipanggil Pandhu mengalami gangguan kecemasan (anxiety disorder) di usia yang terbilang muda yaitu, 16 tahun. Ia membagikan ceritanya dalam tayangan Vaksin Slank untuk Indonesia di Metro TV.
 
Pandhu yang saat itu masih menginjak usia 16 tahun didiagnosis gangguan kecemasan yang merupakan salah satu penyakit mental. Ia sempat dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) selama tiga kali karena mengalami sesak napas hingga tremor.
 
Remaja tersebut mengatakan, pertama kali didiagnosis mengidap gangguan kecemasan pada saat sedang persiapan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di tahun 2016. Tes tersebut membuat stres yang mendalam di dirinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertama kali didiagnosis itu awal tahun 2016 saat saya sedang persiapan tes SBMPTN. Saya itu tipe anak yang non-akademik banget jadi ketika disuruh mengarah ke akademik itu membuat saya jadi tertekan,” tutur Pandhu dalam tayangan Vaksin Slank untuk Indonesia di Metro TV.
 
Pandhu yang sedang mengalami tekanan yang berat tidak berani menceritakan hal tersebut kepada keluarga atau teman-temannya. Hal ini lah yang membuat keadaanya semakin memburuk karena Ia menyimpan perasaan cemas tersebut seorang diri.
 
"Gak berani juga cerita ke orang tua dan teman-teman akhirnya meledak begitu saja,” lanjutnya.
 
Ia sempat terkena serangan kecemasan hingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, tremor, dan muka kesemutan. Orangtua Pandhu sampai membawanya ke UGD sebanyak tiga kali namun tidak ditemukan penyakit fisik.
 
Ketika tidak ditemukan tanda penyakit fisik, Pandhu dibawa oleh orang tuanya ke psikiater dan didiagnosis mengidap masalah kesehatan mental yaitu, gangguan kecemasan. Pandhu menjalani beberapa terapi yaitu, terapi kognitif dan terapi obat-obatan.
 
"Aku di umur 16 itu dikasih terapi kognitif sekaligus terapi obat-obatan antidepresan sama anticemas,” kata Pandhu.
 
Dia menjalani terapi selama kurang lebih satu setengah tahun. Pada 2019, Pandhu dinyatakan bersih dari gangguan keceamasan dan bisa terlepas dari terapi serta obat-obatannya tersebut.

Vaksin Slank untuk Indonesia


Sementara itu, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin Slank untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.
 
Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus". Tetapi, juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin Slank untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat," terang drummer Slank, Bimbim.
 
"Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," tambahnya.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
(Aulya Syifa)
 

 

 

 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif