Kesaksian Para Korban Dugaan Pelecehan Seksual oleh Morgan Freeman
Morgan Freeman (Foto: wenn)
Jakarta: Sebanyak 16 perempuan dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual oleh Morgan Freeman. Delapan dari perempuan tersebut mengaku menjadi korban pelecehan seksual Freeman, sementara delapan sisanya mengaku sebagai saksi dugaan pelecehan seksual.

Perempuan yang menjadi korban Freeman berasal dari lingkungan kerja aktor berusia 80 tahun tersebut di industri perfilman. Pada 24 Mei 2018, CNN mempublikasikan cerita sejumlah saksi dan korban pelecehan seksual yang dilakukan Freeman.

CNN melaporkan beberapa kronologi cerita dari pihak korban. Seperti asisten produksi muda yang baru bekerja di proyek film komedi Going in Style (2017) yang dibintangi Freeman bersama Michael Caine dan Alan Arkin.

Kejadian itu bermula ketika musim panas tahun 2015, Freeman menyentuh asisten produksi muda tersebut. Ia mengklaim, Freeman memberi komentar tentang bentuk tubuh dan pakaian sehari-hari yang digunakannya.

Sebagai contoh, sang asisten muda tersebut mengatakan Freeman selalu berusaha mengangkat rok dan menanyakan apakah dia mengenakan pakaian dalam. Saat itu, ia memanggil Alan Arkin untuk menyuruh Freeman berhenti. Freeman kemudian panik dan tidak tahu harus berkata apa.

Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Freeman juga dilaporkan di luar proyek film Going in Style. Seorang staf produksi senior di film Now You See Me (2013), di mana Freeman terlibat, melaporkan Freeman kerap berkomentar tentang bentuk tubuhnya dan para asisten perempuan lain.

"Kami tahu jika dia (Freeman) datang, jangan mengenakan atasan yang menonjolkan bagian dada dan tidak mengenakan bawahan yang memperlihatan bokong. Artinya, tidak mengenakan pakaian yang ketat," ungkapnya.

Beberapa korban lain bekerja sebagai karyawan di Revelations Entertainment, perusahaan yang dimiliki Morgan Freeman bersama Lori McCreary sejak 1996. Revelations merupakan perusahaan yang cukup terkenal dan telah memproduksi sejumlah program di antaranya Invictus, Along Came a Spider, serta program CBS berjudul Madam Secretary. Karyawan perempuan mereka tidak berani melaporkan perbuatan Freeman lantaran takut kehilangan pekerjaan.

Sejumlah mantan karyawan mengungkapkan kantor Revelations merupakan lingkungan kerja yang 'beracun'. Enam di antaranya menjadi saksi aksi Freeman saat memberikan komentar yang termasuk dalam pelecehan seksual dan melakukan sentuhan spontan kepada perempuan.

Salah satu mantan karyawan Freeman mengungkapkan pertemuan pertama bersama Freeman dalam proyek film Through the Wormhole. Dia mengatakan Freeman melihat tubuhnya dari bawah sampai atas sebelum mengajukan pertanyaan, "Apa yang Anda rasakan tentang pelecehan seksual?"

Cerita lain datang dari manajer perempuan di Revelations Entertainment. Freeman berkunjung ke meja kerjanya, menyapa, dan berdiri menatap bagian dada manajer tersebut.

"Setiap kali saya berpapasan dengannya, dia akan melihat saya dengan cara yang berbeda, melihat saya dari atas sampai bawah dan terkadang berhenti, lalu menatap. Ketika dia berhenti, melihatku dari atas sampai bawah ketika saya berjalan menuju sebuah ruangan dengan banyak orang berkumpul. Orang-orang kemudian tertawa. Saya spontan terdiam, merasa tidak nyaman. Karyawan lain di kantor berkata saya tidak perlu khawatir, itu hanyalah Morgan."

Sementara karyawan pria lain mengatakan, gelagat Morgan Freeman seperti paman yang 'mengerikan'.

"Suatu ketika saya melihat Morgan menghampiri anak magang dan mulai memijitnya pundaknya. Anak magang itu tampak menjadi merah dan berusaha lepas dari genggamannya. Itu tampak aneh."

Karyawan lain melihat kejadian tersebut dan menceritakannya pada karyawan lain.

Pada ulang tahun Freeman yang ke-79, seorang karyawan pria bersaksi Freeman meminta para perempuan untuk berputar. Ia meminta dua mantan karyawannya dan seorang penulis untuk serial Madam Secretary. Setidaknya ada 30 orang dalam pesta yang diselenggarakan Revelations saat itu.

Seorang eksekutif Revelation mengenang, Freeman berjalan menuju beberapa perempuan dan berdiri dekat dengan jarak antarwajah sejauh satu inci. Hanya melihat dari atas ke bawah tanpa bicara. Tampak sangat aneh.

"Itu kelihatan aneh dan ia melakukan hal yang sama terhadap semua perempuan, tapi tentu tidak dilakukan pada pria."

Penulis yang menjadi korban pelecehan seksual Morgan bahkan sempat berkelakar setelah aksi #MeToo didengungkan, para penulis di acara aksi tersebut menyebutkan Morgan akan menjadi orang selanjutnya untuk dipanggil keluar.

Rupanya, tak hanya para karyawan, Lori McCreary, pendiri Revelations Entertainment bersama Freeman pernah menjadi korban. Dalam konferensi tahunan Produced By tahun 2016, Freeman mendeskripsikan pakaian McCreary saat rapat pertama mereka, "Dia mengenakan gaun yang dipotong di sini. Dia ingin dianggap serius," bunyi pernyataan Freeman saat itu dalam panel. "Namun, Anda tidak bisa lari dari gaun pendek itu."

Kejadian itu kemudian dibahas ketika Freeman menghadiri acara Today beberapa hari setelahnya. Saat itu, Savannah sebagai pemandu acara membawa situasi tersebut dan cukup terkejut dengan komentar yang dibuat Freeman dalam panel, yang saat itu dihadiri sekitar 400 orang.

"Saat itu, saya hanya bercanda tentang pertama kali saya bertemu dengannya, itu sudah 20 tahun yang lalu. Bagaimana dengan kabar itu?"

Mendengar pernyataan Freeman, mantan eksekutif Revelations mengatakan McCreary tampak sedih setelah insiden tersebut. "Saya mencoba menghiburnya, dan dia tampak sangat sedih. Saya rasa dia terkejut dan merasa sangat terpukul dan malu. Dia merasa sangat hancur," ungkapnya.

Morgan Freeman saat ini disibukkan dengan narasi untuk seri dokumenter National Geographic berjudul The Story of God with Morgan Freeman. Ia juga bergerak sebagai produser eksekutif untuk serial Madam Secretary. Sementara itu, Freeman juga disibukkan dengan beberap proyek terbaru, seperti The Nutcracker and the Four Realms, Angel Has Fallen, dan Cold Warriors.

Dilansir dari Variety, Jumat, 25 Mei 2018, dua jam setelah berita CNN turun, Freeman mengungkapkan permohonan maaf.

"Siapapun yang mengetahui saya atau pernah bekerja dengan saya, mengetahui saya bukan orang yang suka menyinggung perasaan atau membuat orang lain merasa tidak nyaman," ungkap Freeman dalam sebuah pernyataan yang dihimpun Variety.

"Saya meminta maaf kepada siapapun yang merasa tidak nyaman atau tidak dihargai. Itu tidak pernah menjadi niat saya," ucapnya.

 

(ELG)