Melihat pamornya yang mulai sirna di dunia hiburan, Norman pun cepat tanggap dan segera mencari peluang yang lain. Inilah yang membuat Norman mampu tetap bertahan di tengah kerasnya kehidupan Kota Jakarta.
"Ide rumah makan ini muncul dari istri. Kebetulan kita berdua bisa masak masakan Manado, ya sudah kita buka saja," terang Norman kepada Sudut Pandang MetroTV (25/1/2015) mengenai awal berdirinya usaha rumah makannya.
Enam bulan berdiri, Warung Manado milik Norman yang terletak di lobby Apartment Kalibata City itu, kini punya dua cabang lagi. Satu di Pasar Minggu dan satu lagi di Ancol.
Norman menampik kalau dirinya dianggap telah sukses. "Belumlah, sukses itu buat saya kalau sudah bisa membahagiakan orang-orang yang saya cintai," katanya.
Ia mengaku akan menekuni bisnis warung makan ini karena merasa trauma dengan dunia hiburan. "Jujur saja, saya trauma. Dipecat dari kepolisian gara-gara entertainment. Di entertainment juga sama, trauma sama label rekaman," jelasnya.
Kadang sempat juga ia berpikir seandainya video "Chaiyya Chaiyya"-nya itu tidak masuk ke internet, mungkin ia masih bertugas sebagai polisi di Gorontalo. Namun ia tidak menyesalinya dan menganggapnya sebagai berkah.
"Yah, saya pikir ini sudah jalan hidup saya. Saya tinggal menjalaninya saja. Jujur saja, karena saya didikan Brimob, saya bisa bertahan hidup seperti ini," imbuhnya.
Disela kesibukannya sekarang menjalani usaha, Norman masih tetap melayani panggilan menyanyi off air di daerah-daerah. Ia juga sedang belajar menjadi DJ. "Tanggal 13 Februari malam valentine nanti malam perdana saya sebagai DJ. Datang ya!" undang Norman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News