Ahmad Dhani & AQJ (Foto:Antara/Rakata Sidharta)
Ahmad Dhani & AQJ (Foto:Antara/Rakata Sidharta)

Ahmad Dhani: Vonis AQJ Bukan Akal-akalan

Agustinus Shindu Alpito • 16 Juli 2014 14:26
medcom.id, Jakarta: Setelah melalui persidangan panjang, putra bungsu Ahmad Dhani, AQJ, hari ini mendapat vonis dikembalikan kepada orangtua.
 
Dhani tentu saja bersyukur atas putusan hakim. Namun, musisi ini tidak ingin ada orang yang beranggapan, vonis tersebut didapat dari hasil kongkalikong dengan hakim.
 
"Kita senang karena keputusan ini sesuai undang-undang. Jangan ada pikiran ini akal-akalan," tegas Dhani yang dijumpai usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (16/7/2014).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bukan hanya Dhani yang gembira, mantan istri Dhani, Maia Estianty turut bersuka cita. Sambil sesekali menyeka airmata bahagia yang mengalir di wajah cantiknya, Maia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak.
 
"Terima kasih untuk hakim, jaksa, keluarga dan masyarakat yang telah mengawal kasus ini," kata Maia.
 
Hakim menjatuhkan vonis pengembalian terdakwa AQJ kepada orangtua karena dilandasi sikap keluarga terdakwa yang bertanggung jawab dengan menyantuni keluarga korban dan menjamin biaya pendidikan anak-anak korban hingga jenjang perguruan tinggi.
 
Selain itu, usia AQJ yang masih tergolong anak-anak di mata hukum menjadi pertimbangan tersendiri. Hakim menilai putusan yang paling baik adalah mengembalikan kepada orangtua, karena jika dipidanakan akan memengaruhi kondisi psikologis terdakwa.
 
Hukuman ini dikenal juga dengan nama Restorative Justice yaitu penghukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan adalah hukuman yang ditujukan untuk semaksimal mungkin mengembalikan keadaan korban seperti sebelum peristiwa pidana menimpa korban.
 
Untuk diketahui, AQJ alias Abdul Qodir Jaelani terlibat kecelakaan maut di Tol Jagorawi KM 8+200. Tujuh korban tewas dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu, 9 September 2013, sekitar pukul 01.45 WIB.
 
AQJ didakwa dengan Pasal 310 ayat (2), (3), dan (4) Undang-Undang Lalu Lintas dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif