Awal memulai bisnis tersebut, Norman tak pernah membayangkan akan mereguk untung besar.
"Alhamdulillah, rezeki saya bertambah. Saya enggak nyangka, bubur Manado ini membawa berkah," ucap Norman saat dijumpai wartawan di warung miliknya di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu, (8/10/2014).
Pria yang pernah menjadi artis berkat lipsync Chaiyya-Chaiyya ini mengaku, warungnya menjadi laris manis dikunjungi orang berkat wartawan yang memuat berita tentangnya.
Bahkan, omzet ayah dua anak ini per minggu mencapai puluhan juta. "Alhamdulillah, tiga bulan kami buka warung makan, modal kami sudah balik. Omzetnya puluhan juta per minggu," klaim Norman.
Dewi Fortuna masih belum mau pergi dari kehidupan Norman. Norman melebarkan lini bisnis warung bubur Manado dengan membuka jaringan waralaba.
"InsyaAllah bulan depan, kita buka di apartemen daerah Pasar Minggu. Sudah ada juga beberapa yang mengajak franchise, tapi kita coba obrolkan dulu," imbuhnya.
Norman Kamaru dahulu merupakan Anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Gorontalo. Berkat lipsync menyanyikan lagu Chaiyya-Chaiyya yang diunggah ke YouTube, Norman mendadak tenar.
Norman yang sedang tenar menerima banyak panggilan manggung. Akibatnya, tugas dan kewajiban Norman di kepolisan tak dijalani dengan baik. Norman pun diberhentikan tidak dengan hormat pada 6 Desember 2011. Norman dinilai melanggar disiplin karena meninggalkan tugas selama 84 hari berturut-turut tanpa alasan jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News