Duka turut dirasakan Kazamsi, sahabat Mamiek, yang sudah mendampingi Mamiek sejak pelawak Srimulat itu datang ke Jakarta pertama kali.
"Kalau dibilang orang lain, ya saya orang lain. Tapi sudah dekat banget sama mas Mamiek. Sudah kayak saudara," terang Zamsi yang dijumpai Metrotvnews.com di kediaman Mamiek di Jalan Kerja Bakti 2, Kampung Makasar, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (4/8/2014).
Kehilangan Mamiek sangat membuat Kazamsi terpukul. Pasalnya, ia mengaku dibesarkan oleh Mamiek.
"Saya kehilangan sekali. Saya itu dari mas Mamiek baru datang ke sini, sudah dibesarkan sama almarhum. Baik sekali, luar biasa," kenang Zamsi.
Pria berusia 43 tahun ini tinggal tak jauh dari rumah Mamiek. Di matanya, Mamiek adalah sosok seniman yang menjadi panutan bagi banyak orang.
"Semua pelawak itu dari belum jadi sampai sudah terkenal mainnya ya di sini. Rumah ini jadi basecamp buat pelawak-pelawak itu. Mas Mamiek enggak pernah pilih-pilih kenal orang. Semua dia terima. Dia baik sama semua orang. Sama teman-teman istrinya, tetangga-tetangga. Kalau ada yang datang minta sumbangan, suka dikasih," paparnya.
Mamiek Prakoso meninggal dunia di Rumah Sakit Brayat Minulya, Solo, Jawa Tengah, sekitar pukul 14.35 WIB, Minggu, 3 Agustus 2014. Pelawak yang tergabung dalam grup lawak Srimulat itu wafat dalam usia 53 tahun.
Jenazah dimakamkan hari ini, Senin (4/8/2014), sekitar pukul 12.30 WIB, di TPU Astana Sidowayah, Dukuh Sidowayah, Desa Jenggrik, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News