Bunyi lirik itu adalah, "Wajah ayu, tubuh seksi/Bagai buah mangga ranum/Banyak kampret mengintainya/Ingin mengenyam manisnya/Setelah dimakan sedikit
Mangga ditinggal bernoda."
Dalam episode terbaru Shindu's Scoop, Nasida Ria membeberkan bahwa lagu-lagu yang mereka bawakan memang sarat dengan nasihat. Termasuk untuk anak-anak muda yang sedang dimabuk asmara.
"Ada batas-batas tertentu (dalam berpacaran yang harusnya dijaga). Kasihan 'mangga' ditinggal begitu saja," kata Afuwah, salah satu personel Nasida Ria.
"Wajah Ayu untuk Siapa" ditulis oleh KH Bukhori. Nasida Ria menjelaskan bahwa mereka memiliki kriteria khusus dalam memilih lagu. Hal ini terus mereka jaga agar tetap pada visi mereka menjadikan musik sebagai medium dakwah.
"Kami cuma berusaha semoga Nasida Ria syair-syair yang dibawakan orang bisa mengerti dan mendengarkan. Syairnya bisa menyentuh hati, sehingga bisa mengubah akhlak kita, termasuk yang nyanyi."
"Syair-syairnya harus dakwah, keagamaan misl percintaan boleh tapi dalam batas-batas tertentu, jadi ada nasehat juga, kendalikan nafsumu misal seperti itu," ungkap Rien Djamain, satu-satunya personel Nasida Ria generasi pertama yang masih aktif hingga hari ini.
Simak wawancara Shindu's Scoop bersama Nasida Ria di bawah ini:
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News