Menurut Ismu, ayah dari Sabian sekaligus penulis lagu-lagu untuk Estudiante, lagu yang diaransemen serta lirik masih selaras dengan anak-anak meski mereka mengusung genre progresif rock.
"Kita ciptakan lagu biasa saja karena dasarnya melihat anak-anak ini kualitas bermusiknya beda dengan anak-anak yang lain. Bisa dibilang di atas rata-rata. Terbukti kalau festival jarang kalau mereka kalah," kata Ismu di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 24 Januari 2019.
"Saya cuma berpikir bagaimana caranya agar anak-anak ini bisa bermain musik dengan genre kualitas mereka, tapi isinya sesuai dengan tataran umur mereka. Saya melihat pasa saat ini banyak anak-anak kecil yang tidak pas dengan tataran umur mereka," sambung Ismu.
Pengamat musik, Bens Leo memuji kepandaian penulis lagu yang mampu mengaransemen lagu progresif rock untuk dibawakan anak-anak dan diperdengarkan pada anak-anak.
"Kita sempat diskusi, saya sama teman-teman musisi ada satu cerita sebetulnya bikin lagu untuk anak-anak, melodi unsur anak-anak, melodi anak-anak relatif gampang tapi ini lagu unsurnya lebih mengarah ke rock, progresif rock, song writer-nya yang pintar sekali," kata Bens Leo.
Album Estudiante memuat 10 nomor lagu, lima di antaranya adalah lagu baru dan sisanya merupakan lagu daur ulang. Kesepuluh lagu itu di antaranya Suka Bersih, Jalan-Jalan Saja, Song for Mom, Lompat, Indonesiaku, Anoman Obong, Indonesia Pusaka, Potong Bebek Angsa, Si Patokaan, dan Happy B'Day. Tahun lalu grup musik asal Semarang ini lebih dulu merilis singel Suka Bersih.
Estudiante kini digawangi lima personel yang masih duduk di bangku sekolah dasar yaitu, Freya (vokal), Sabian (bass), Sidiq (keyboard), Putra (gitar), dan Rakha (drum). Mereka membentuk band sejak 14 Maret 2015 dan mengikuti beragam festival musik. Debut mereka masuk dapur rekaman dimulai sejak awal 2017.
Album Jalan-Jalan Saja dirilis dalam bentuk VCD melalui GSM Record.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News