Hal ini unik, mengingat OM PMR tumbuh di era 70-an dan sukses memparodikan berbagai lagu populer di era 80-an, seperti lagu “Antara Cinta dan Dusta” milik Obbie Messakh, dan lagu “Gubuk Derita” milik Muchtar B.
Setelah vakum lebih dari lima belas tahun, OM PMR kembali muncul dengan korban baru. Kehadiran kembali OM PMR dimulai dengan peluncuran single “Topan”, akronim dari “Tato atau Panu”. Lagu “Topan” merupakan plesetan dari lagu “Posesif” milik grup band Naif.
Korban-korban lain di antaranya Efek Rumah Kaca dengan lagu “Cinta Melulu”, The Upstairs dengan “Disko Darurat”, dan Seringai dengan “Mengadili Persepsi”. Khusus untuk lagu milik Seringai, yang dirusak hanyalah nada iramanya, tidak dengan liriknya.
“’Disco Darurat’ diganti judulnya jadi ‘Dangdut Gerobak’, Efek Rumah kaca yang ‘Cinta Melulu’ juga liriknya diganti. Kalo Seringai nggak mau liriknya diganti. Alasan pertama (Seringai) nggak mau diganti (liriknya) mungkin mereka ingin abadi. Tapi akhirnya mereka menyesal,” kata Jhoni selaku vokalis OM PMR.
Hal menarik bagi OM PMR dalam mengerjakan proyek ini adalah saat mengubah lirik “Cinta Melulu”, Jhoni mengatakan lagu itu berisikan sindiran terhadap lagu-lagu Cinta, dan seperti merujuk juga ke aliran musik tertentu.
“Dari isinya (Cinta Melulu) Cholil (vokalis Efek Rumah Kaca) benci sama lagu dangdut karena melulu soal cinta. Dia bosan. Benci. Terus saya tanya ‘Kalau OM PMR gimana?’ lantas dia jawab bukan OM PMR (yang dimaksud dalam lagu Cinta Melulu). Jadi dia (Cholil) jadikan (OM PMR) kiblat. OM PMR memang semua aliran musik disikat. Dari rock sampe dangdut. Jadi OM PMR ada di sela-sela aliran,” tandas Jhoni.
Jhoni juga menjelaskan bahwa kedatangan OM PMR di 2014 karena bujukan dari para personel band yang ingin karya-karya terbaiknya dirusak oleh OM PMR. Para band yang tercatut dalam album ini memang secara suka-rela menyerahkan karya terbaiknya untuk “dirusak” OM PMR. Bagi mereka yang lagunya “dirusak” oleh OM PMR nampaknya bukan lagi sebagai sebuah malapetaka, tetapi menjadi sebuah kehormatan yang dinanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News