Jogja Hiphop Foundation (Foto:Antara/Teresia May)
Jogja Hiphop Foundation (Foto:Antara/Teresia May)

Rencana Besar Jogja Hip-Hop Foundation Tahun Ini

Agustinus Shindu Alpito • 23 Juni 2014 10:20
medcom.id, Jakarta: Jogja Hip-Hop Foundation (JHF) sampai saat ini menjadi satu-satunya kelompok hip-hop asal Indonesia pertama yang melakukan tur Amerika.
 
Empat dari lima punggawa JHF berhasil menaklukkan panggung-panggung di New York, Washington, Scottsdale, Davis, Santa Barbara, dan San Fransisco. Sebuah perjalanan yang menjadi titik capai tinggi bagi sebuah musik 'minoritas' di Indonesia.
 
JHF memang tidak semata-mata membuat musik hip-hop dan kemudian menjual ke pasaran. Konsep yang tegas dengan misi budaya yang kental membuat kelompok ini mendapat sorotan baik dari dalam maupun luar negeri.

Lepas dari pencapaian membanggakan itu, JHF membuktikan konsistensinya selama lebih dari sepuluh tahun dalam mengarungi lautan seni musik dengan segala yang terkait di dalamnya. Sebuah upaya yang tentu tidak mudah di Indonesia, mengingat gejolak dunia musik yang bergerak tidak menentu.
 
Nyatanya, JHF membuktikan bahwa kreatifitas dan komitmen itu yang membawa mereka bertahan selama 12 tahun terakhir. Seperti tidak puas dengan apa yang telah diraih, semangat mereka kian membara. Sejumlah rencana telah disiapkan untuk terus bergerak maju dengan misi yang lebih besar dan lebih menantang.
 
"Habis Pemilu, Piala Dunia, dan Lebaran, pas adem ayem kita sudah siapkan album, buku. Kita juga akan bikin film dokumenter," beber pendiri JHF, Kill The DJ, kepada Metrotvnews.com.
 
Tidak ingin melewatkan momen begitu saja. Itulah kalimat yang terpikirkan ketika Kill The DJ menjelaskan rencananya untuk meluncurkan buku yang berisi catatan perjalanannya sewaktu tur di Amerika pada 2012.
 
"Buku yang akan dirilis kayak cerita catatan sederhana ketika perjalanan ke Amerika. Tur East Coast to West Coast. Terus kita akan mengeluarkan buku kumpulan lirik-lirik yang kita ciptakan bareng Romo Sindhunata," ungkap musisi dengan nama lengkap Marzuki Mohammad itu.
 
Buku yang berisi catatan perjalanan akan diberi judul 'Java Beat in the Big Apple'. Dan buku yang berisi lirik-lirik kolaborasi antara Sindhunata dan JHF diberi tajuk 'Sindhunata Book'.
 
Jika tentang buku Kill The DJ memberikan sedikit bocoran, berbeda dengan album. Pria kelahiran Klaten,  21 Februari 1975, ini enggan bercerita banyak.
 
"Untuk lagu masih rahasia. Yang album tentang Sindhunata ada tambahan. Kalau album sudah siap, tapi kita perlu mixing karakter yang sedikit berbeda, tapi tidak membingungkan. Ada sedikit perubahan gaya, tapi tidak meninggalkan yang kemarin,” terang pria yang kini tinggal di daerah Prambanan itu.
 
Belum cukup dengan dua album dan dua buku, JHF dalam proses penggarapan sebuah film dokumenter tentang karya musik fenomenal mereka, 'Jogja Istimewa'. "Film dokumenter tentang (kisah seputar lagu) 'Jogja Istimewa'. Produsernya aku sama Ifa Isfansyah. Sutradaranya Aconk sama Greg Arya," tutup Kill The DJ.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA