Synchronize Fest 2018

Westjamnation Suguhkan Musik Bagi Penonton Tuli

Purba Wirastama 07 Oktober 2018 10:00 WIB
Synchronize Festival 2018
Westjamnation Suguhkan Musik Bagi Penonton Tuli
(Foto: Purba Wirastama)
Jakarta: Westjamnation menjadi salah satu musisi penampil Synchronize Fest 2018 di Gambir Expo Kemayoran. Penampilan grup pop asal Bandung ini masih terhitung tidak biasa karena mereka membawa interpreter bahasa isyarat bagi penonton yang tuli.

Vokalis Jati Andito dan gitaris Rifki Afsari tampil membawakan tujuh lagu selama 45 menit bersama sejumlah personel tambahan, termasuk brass section. Semua berbaju putih. 

Di antara mereka, ada seorang perempuan berbaju hitam yang memukul-mukul udara mengikuti irama ketika suara perkusi dominan, memetik udara seolah-olah ada gitar ketika suara gitar dominan, atau meniru gerakan menium terompet jika suaranya dominan. 



(Foto: Purba Wirastama)

Dia adalah Cintra Afridiyana, juru bahasa isyarat dari Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat Indonesia. Ketika lagu masuk ke bagian lirik yang dinyanyikan Jati, Cintra memberi bahasa isyarat atas kalimat demi kalimat. 

"Dia menerjemahkan lirik yang diucapkan Jati dan (instrumen) musik yang lebih dominan. Misal gitar, dia begini (gerakan memetik gitar)," kata Rifki saat ditemui usai tampil di panggung medium District. 

"Jadi pesannya sampai. Cerita lagunya tentang ini, lagu yang ini tentang ekspresi hati," sambung Jati. 

Menurut Rifki dan Jati, konsep pertunjukan musik dengan bantuan interpreter suara sudah diterapkan sejak mereka merilis video musik Sudah Terlambat pada Februari 2018. 

Untuk video musik tersebut, mereka melibatkan juru bahasa isyarat dan teman tuli dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) sebagai model. Ketika mereka tampil di panggung, teman-teman dari Gerkatin juga ikut serta. Mereka menemukan bahwa ternyata teman tuli juga bisa menikmati musik dengan cara merasakan getaran suara yang keluar dari pelantang. 

"Dari situ, kami mikir, berarti kita bisa bikin sesuatu yang lebih besar dari musik," ungkap Jati, yang menyebut penampilan mereka bersama juru bahasa isyarat sebagai sebuah gerakan.

"Kami ingin konsep ini kami bawa terus sehingga teman-teman yang mempunyai keterbatasan (pendengaran) bisa menikmati musik kami," sambung Rifki.

Westjamnation aktif sejak 2012 dan berawal dari pertemanan Jati dan Rifki saat kuliah. Mereka telah merilis album mini berjudul Westjamnation pada 2017.

Sebagai grup yang terhitung muda, mereka ingin tetap membawa gerakan musik berbahasa isyarat di panggung-panggung berikutnya.  

"Doakan saja ya karena konsisten itu susah," pungkas Rifki.





(DEV)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id