Gema "Rock Kabupaten" dari Sangkakala di Jogjarockarta 2018

Agustinus Shindu Alpito 27 Oktober 2018 18:41 WIB
Jogjarockarta 2018
Gema
Sangkakala (Foto: Medcom/Shindu)
Yogyakarta: Band eksentrik asal Kabupaten Bantul, Sangkakala, mencuri perhatian dalam festival musik Jogjarockarta, di Stadion Kridosono, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Vokalis Baron Kapulet Araruna bukan saja menyuguhkan aksi panggung penuh totalitas, tertpi juga mengocok perut penonton dengan celotehannya. Berkali-kali Baron menggemakan istilah "rock kabupaten," sebuah julukan yang mereka ciptakan untuk menggambarkan keunikan seni musik dan visual yang mereka usung di atas panggung.

"Yang khas dari rock kabupaten itu memberi salam, menyapa semesta dan manusia. Sangat moralis. (Interpretasi kehidupan sosial masyarakat kabupaten salah satunya) dengan istilah tong setan (yang jadi salah satu lagu Sangkakala), itu lidah jawa. Aslinya tong stand kita mengadopsi pattern yang memasyarakat."


"Rock menceritakan kehidupan sosial, lifestyle dari kehidupan orang kabutapen. Kemudian kami eksplorasi sedemikian rupa," ujar Baron yang di luar band berprofesi sebagai seniman dan pedagang angkringan.

Sangkakala jadi satu-satunya band yang menghadirkan gimmick menarik. Mereka membawa rombongan yang memakai kostum seperti prajurit kraton, lengkap dengan panji-panji bergambar logo Sangkakala.

Jelang akhir penampilan, Sangkakala menyulut kembang api, termasuk di bagian head gitar mereka. Aksi ini melengkapi gimmick mereka di awal dengan kawalan pasukan kraton.

Sangkakala jadi satu-satunya band Jogja yang tampil di Jogjarockarta 2018. Band Indonesia lain yang tampil sebelum Megadeth dalam festival ini adalah Blackout, Koil, Elpamas, Edane, Seringai, Indra Lesmana Project (ILP) dan God Bless.


 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id