Nipsey Hussle (Foto: Twitter @NipseyHUssle)
Nipsey Hussle (Foto: Twitter @NipseyHUssle)

Pembunuhan Rapper Nipsey Hussle Diduga Terkait Masalah Personal

Hiburan musik internasional
Purba Wirastama • 02 April 2019 10:54
California: Rapper AS Ermias Asghedom alias Nipsey Hussle tewas ditembak pria misterius di depan tokonya di Los Angeles pada Minggu sore kemarin, 31 Maret 2019. Menurut laporan awal media lokal, pria pembunuh adalah anggota geng, tetapi motifnya adalah masalah personal.
 
Beberapa sumber terkait penyelidikan kasus ini, seperti dilaporkan Los Angeles Times dan The Week, yakin bahwa pria penembak adalah orang yang dikenal oleh Ermias. Sumber-sumber ini menolak nama mereka disebut karena mereka tidak punya otoritas untuk merilis pernyataan resmi.
 
Informasi awal lain, Ermias ditembak dari jarak dekat berkali-kali. Setelah itu, pria pembunuh melarikan diri dengan mobil yang sudah menunggu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Video rekaman dari kamera pengintai menunjukkan bahwa seseorang berkaus hitam berjalan dengan cepat ke arah toko, sebelum dia mendekat ke Ermias dan melepaskan tembakan. Ermias sedang berdiri di depan toko baju miliknya di kawasan Los Angeles.
 
Ermias segera dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong. Sementara itu, dua orang lain terluka.
 
Pihak kepolisian setempat menyebut bahwa tersangka pembunuhan adalah pria berkulit gelap. Belum ada pernyataan resmi lanjutan.
 
Ermias adalah rapper dan penulis lagu kelahiran Los Angeles, 15 Agustus 1985. Dia aktif dan dikenal dalam lanskap musik hip-hop sejak 2005. Selama 13 tahun terakhir, dia telah merilis belasan mixtape dan satu album studio. Dia juga sempat berakting dalam dua film dan satu episode serial televisi.
 
Selain itu, Ermias juga aktif sebagai pengusaha dan pegiat komunitas. Selain toko baju, dia punya usaha restoran burger, tempat cukur rambut, dan pasar ikan. Dia juga memberikan pekerjaan bagi sejumlah penduduk dan tunawisma. Sebagian uangnya pernah disumbangkan untuk memperbaiki sekolah dan lapangan basket.
 
Ermias disayangi orang-orang sekitarnya. Dalam sehari setelah kabar kematian beredar, orang-orang meninggalkan karangan bunga, lilin, dan boneka di depan toko – di luar garis batas polisi, sebagai wujud penghormatan.
 
Rencananya, pria kelahiran 17 Agustus 1985 ini juga akan bekerja sama dengan kepolisian Los Angeles dalam usaha bersama untuk menekan kasus kekerasan antar geng. Menurut jadwal, mereka seharusnya bertemu pada Senin kemarin.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif