Revitalisasi Setelah 30 Tahun Mengabdi
Ketua Penyelenggara Pipe Organ Recital 2026, John Pattiwael, mengungkapkan bahwa resital kali ini membawa pesan penting mengenai pelestarian. Instrumen organ pipa yang dimiliki GPIB Paulus telah berfungsi secara terus-menerus selama lebih dari 30 tahun."Gereja kami akan segera merevitalisasi organ pipanya. Selama 30 tahun berfungsi, biasanya hanya ada maintenance rutin setiap tahun. Namun, sekarang saatnya dilakukan overhaul atau perbaikan besar," ujar John Pattiwael saat ditemui di sela acara.
Menurutnya, tidak semua gereja memiliki organ pipa yang masih berfungsi dengan baik. Resital ini bertujuan membangun kesadaran (awareness) jemaat dan masyarakat luas bahwa instrumen ini adalah aset mekanikal yang rumit dan bernilai sejarah tinggi yang harus dipertahankan.
Pujian dari Duta Besar Negara Sahabat
Keunikan instrumen ini ternyata menarik perhatian warga asing yang berdomisili di Jakarta. Kehadiran Duta Besar Rusia dan juga Duta Besar Belanda menambah kesan internasional pada acara tersebut.Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov mengaku terkejut dan sangat terinspirasi menemukan instrumen klasik ini masih terawat dengan baik di jantung kota Jakarta.
"Ini acara yang sangat menarik. Saya penggemar musik organ pipa dan terkejut melihat resital sekelas ini ada di sini. Saya berharap ini bukan pengalaman terakhir saya menikmati musik ini di Jakarta," ujar Sergei.
Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Marc Gerritsen juga memberikan apresiasi kepada GPIB Paulus, karena mampu membuat Pipe Organ Recital.
"Bagi saya ini sangat istimewa. Saya sering melewati gereja ini karena tinggal di dekat Jalan Diponegoro, dan ini pertama kalinya saya melihat ke dalam. Ini bukan hanya tentang musik, tapi tentang sejarah, masyarakat, dan komunitas yang hebat," tutur Marc.

Nassaukerk Children Choir. (Foto: Dok. GPIB Paulus)
Refleksi Prapaskah dan Toleransi
Membawakan karya-karya abadi dari komponis dunia seperti Johann Sebastian Bach dan George Frideric Handel, resital ini mengusung tema Soli Deo Gloria (Kemuliaan hanya bagi Tuhan).John Pattiwael menambahkan bahwa momen prapaskah ini juga menjadi saat yang tepat untuk berefleksi, terutama karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
"Melalui resital ini, umat diajak menghayati makna pengorbanan Tuhan. Di saat yang sama, kita juga menghargai kebersamaan dengan saudara-saudara Muslim yang sedang menjalankan puasa. Ini adalah momen untuk saling menghargai melalui harmoni musik," ujar John.
Melalui langkah revitalisasi yang akan segera dimulai, diharapkan organ pipa GPIB Paulus dapat terus berdengung sebagai bagian dari identitas musik gereja dan ikon budaya di kawasan Menteng untuk puluhan tahun mendatang.

Para pemain orgel pipa, Arlend Chris, Jonathan Wibowo, dan Geraldine Supit. (Foto: Dok GPIB Paulus)
Recital ini juga melibatkan pemain organ pipa yakni Jonathan Wibowo, Geraldine Supit, dan Arlends Chris. Lalu berkolaborasi juga dengan Paduan Suara Nafiri GPIB Paulus dan Nassaukerk Children Choir. Acara recital ini didukung juga oleh Komisi Pembangunan Ekonomi Gereja (PEG) GPIB Paulus Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News