JK Records Buat Perangkat Khusus Royalti Pertama di Indonesia

Elang Riki Yanuar 08 Juni 2018 07:00 WIB
musik indonesiaroyalti musisi
JK Records Buat Perangkat Khusus Royalti Pertama di Indonesia
Leonard Kristanto (Foto: Medcom/Elang)
Jakarta: JK Records menciptakan software atau perangkat lunak bernama JK Royalti. Melalui perangkat ini, proses pencatatan dan distribusi untuk seorang musisi menjadi lebih mudah.

Lewat JK Royalti, seorang musisi bisa melihat royalti dari penjualan Youtube, digital download, Ring Back Tone (RBT) dan penjualan fisik karya mereka. Laporan royalti atas penjualan karya itu bisa dilihat dalam bentuk grafik atau tabel yang bisa diunduh.

"Ini software cara menghitung royalti secara cepat dan akurat. Kalau dulu menagih royalti harus datang ke kantor, tapi sekarang tidak lagi. Jadi bisa lewat website, bisa lewat ponsel. Jadi bisa langsung akes, bisa langsung cetak invoice lalu si artis ini email ke bagian billing kami, nanti kami tinggal bayar. Setelah dibayar, nanti di akun user si artis ini akan ada keterangan ini sudah dibayar dan ini ada yang belum," jelas CEO JK Records, Leonard Kristanto saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (7/6/2018).


Perangkat ini merupakan yang pertama di Indonesia dan yang kedua di dunia setelah Kobalt. Perangkat ini  digagas pria yang kerap disapa Nyo itu mendengar keluh kesah artis lawas perihal royalti mereka. Tahun lalu, Nyo mulai mengembangkan perangkat JK Royalti ini untuk memenuhi hak-hak para musisi yang bernaung di JK Records.

Upaya JK Records Memperpanjang Ingatan

JK Records merupakan perusahaan rekaman yang berdiri sejak 1982 dan terus bertahan hingga kini. Tak heran, mereka memiliki katalog yang banyak dari sejumlah musisi yang kebanyakan kini memasuki usia senja.

"Sekarang misalnya kita bikin pameran lukisan, orang mau datang karena mau lihat lukisannya. Nah, si pelukisnya berhak mendapatkan uang dari situ juga. Katalog JK ini banyak dan sampai sekarang masih dinikmati orang, jadi kami harus membayar royalti ke artis dan pencipta lagunya," katanya.

JK Royalti saat ini baru diterapkan untuk artis yang bernaung di JK Records. Namun, dalam waktu dekat perangkat ini bisa digunakan untuk label dan LMK (Lembaga Manajemen Kolektif) lainnya. Sejumlah musisi yang tergabung di JK Records pun menyambut baik kehadiran perangkat ini. Sementara, untuk artis dan pencipta lagu yang meninggal dunia, royalti tetap dibayarkan kepada ahli waris mereka.

Musisi Merasa Dihargai karena Diberi Royalti

"Mereka senang, enggak nyangka kayak dapat rezeki di usia senja. Sebenarnya sih saya hanya mau pembagiannya jelas. Sebenarnya industri ini asyik kalau ekosistemnya dibenerin," tuturnya.

 



(ELG)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id