Seperti diberitakan oleh pengamat musik Adib Hidayat melalui akun Instagram, dugaan meninggalnya Aray Daulay akibat infeksi paru-paru.
"Berita duka cita, telah berpulang sahabat kita musisi @araydaulay, Jumat, 28 September 2018 pukul 01:30 di Bali. Penyebab meninggalnya Aray Daulay diduga infeksi paru-paru, 'Kemarin dia mengeluh sakit dan pingsan,' Menurut sahabatnya, @diditsaad. Rencana jenazah akan dikebumikan hari ini di tpu muslim kepaon Kuta, Bali setelah ashar," tulis Adib, Jumat, 28 September 2018.
Aray Dulay dikenal sebagai musisi berpengaruh dalam dunia musik reggae. Perjalanan bermusik Aray dimulai sejak era '90 ketika dia merintis band Plastik bersama Ipang Lazuardi, Didit Saad, Iman dan Alex. Tahun 2005, Aray membentuk Steven & Coconut Treez dan menelurkan singel hit Welcome to My Paradise. Selain itu, Aray juga membentuk proyek musik lainnya, salah satunya Ray D'Sky. Setelah itu, Aray memutuskan reuni bersama Ipang dan Didit dalam Daddy and the Hot Tea dan merilis album Bigdeal (2013).
Terakhir kali dengan memakai nama asli sebagai nama panggung, Aray Daulay merilis album Lagu Perjalanan pada 29 Juni 2018.
Tiga hari sebelum berpulang, Aray sempat menggelar panggung musik spesial bersama putranya Dylan Kaha Daulay dengan tajuk Everyday Folk Father & Son. Konser ini digelar di The Orchard Bar & Restaurant, Bali, Selasa, 25 September 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News