Jakarta: Setelah merilis "Kemarau" pada 1 Juli 2022 kemarin, Rachun kembali ke dapur dan mematangkan 11 lagu yang telah disepakati untuk menjadi album perdana. Hanya perlu dua pekan untuk Rachun menyelesaikan proses rekaman. Namun, pada pekan ketiga, sebuah lagu yang hampir terlupakan tiba-tiba menyeruak dari bank lagu Rachun.
Firas Raditya, bassist Rachun, mengatakan bahwa perilisan album ini awalnya tidak dalam perencanaan Rachun. Spontanitas itu datang dari Yudhis yang lebih dulu "kepincut" draf lagu ini.
"Yudhis meminta izin kepada saya untuk merilis lagu tersebut, berjudul 'Ok to Quit,' melalui media sosialnya. Tapi saya bilang, 'Kenapa nggak dirilis sama Rachun aja?' dan Yudhis merespons, 'Emang lo mau?' Saya yang pada masa itu sedang mendengarkan drafnya setiap hari pun refleks menjawab 'Mau, lah!' Saya langsung menelepon Wisnu 'Tama' Ikhsantama (Lomba Sihir & Glaskaca) selaku produser untuk meminta persetujuan," tukas Firas dalam keterangan pers.
Hanya berselang satu pekan sejak gagasan merekam "Ok to Quit," Rachun bertemu untuk latihan studio dan merekam lagu itu di bawah produser Tama. Hanya perlu waktu satu hari bagi Rachun untuk menyelesaikan lagu ini.
Menurut Firas, makna lagu "Ok to Quit" adalah sebuah afirmasi bahwa tak masalah meninggalkan hal yang tak lagi layak dipertahankan.
“'Ok To Quit' mengingatkan bagaimana kita kerap memaksakan diri untuk mempertahankan hal-hal yang sebetulnya tidak layak lagi dipertahankan, seperti mewajarkan perlakuan atasan yang melecehkan hak-hak pekerja hingga mempertahankan hubungan asmara yang tidak sehat," jelas Firas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda