Kahitna -- MI/Arya Manggala
Kahitna -- MI/Arya Manggala

30 Tahun Perjalanan Cinta Kahitna

Anggi Tondi Martaon • 24 Februari 2016 10:45
medcom.id, Jakarta: Sudah 30 tahun Kahitna mengukir cerita cinta di jagat musik Tanah Air. Bukanlah perkara mudah bagi grup band asal Bandung yang dimotori Yovie Widianto ini terus bertahan di industri musik tanah air hingga puluhan tahun lamanya.
 
Kahitna mampu membuktikan, bahwa mereka bisa terus memikat penggemarnya yang lintas generasi melalui beragam tema cinta yang kerap diusung dalam liriknya. Grup yang dibentuk pada 1986 ini pun bisa memadukan berbagai unsur musik, dari jazz, pop, fusion, latin, bahkan etnik.
 
Grup musik yang mulai merajut kariernya lewat panggung festival dan cafe ini mengaku bahwa kekuatan pada aransemen musiknya yang orisinil mampu mmebuat mereka terus bertahan di tengah arus musik Tanah Air yang sangat deras. Album pertama mereka bertajuk Cerita Cinta dianggap sebagai titik tolak keutuhan personil Kahitna hingga saat ini.

“Saat kami melahirkan hits berjudul Cerita Cinta, saya anggap itu sebagai bentuk hadiah dari Tuhan. Band dengan sembilan orang ini bisa tidak berantem, dalam artian tidak bubar,” kata Yovie Widianto dalam program IDEnesia.
 
Sepanjang 30 tahun itu pula, syair-syair Kahitna menjadi soundtrack hidup bagi jutaan hati. “Jika 10 tahun nge-hits, itu luar biasa. Kalau 15 tahun, itu sebuah keajaiban. Di atas 30 tahun, itu pasti anugerah," sambung Yovie.
 
Saat ini, Kahitna digawangi trio vokalis Hedi Yunus, Carlo Saba, dan Mario Ginanjar bersama Doddy Isnaeni (bas), Bambang Purwono (keyboard), Budiana Nugraha (drum), Andrie Bayuadjie (gitar), Harry Suhardiman (perkusi), dan Yovie Widianto (piano/keyboard). Sebelum terjun ke industri musik, mereka lebih dulu mengukir berbagai prestasi di panggung festival nasional dan internasional.
 
“Dengan pengalaman menjadi juara festival di Indonesia, kami mencoba panggung internasional dan berhasil menyabet juara satu di Asia Tenggara. Sempat juga juara dua di tingkat dunia pada 1991,” ungkap Yovie.
 
Namun, segudang prestasi yang dikantongi sempat membuat Kahitna ditolak label rekaman. Produser rekaman senior Bens Leo pun berkisah, bahwa Yovie pernah datang ke kantornya dan mengatakan bahwa demo Kahitna ditolak semua label rekaman.
 
Yakin dengan kulitas Kahitna, Bens berani bertaruh untuk membiayai sebagian biaya rekaman album perdana Kahitna. “Saya termasuk orang yang tidak percaya bahwa band festival tidak laku, karena menurut saya festival ini menjadi jebakan semua orang karena tidak komersil,” katanya.
 
Keyakinan Bens Leo terbukti. Karya-karya Kahitna terus melekat di benak banyak penggemarnya sejak album pertama mereka dan sanggup eksis selama tiga dekade di kancah musik nasional.
 
Demi memperingati 30 tahun berkarya, Kahitna menggelar konser bartajuk Kahitna Love Festival. hadir juga beberapa penyanyi dan grup musik, baik yang pernah berkolaborasi dengan Kahitna ataupun musisi muda yang sempat bekerjasama dengan Yovie Widianto.
 
Penasaran dengan kisah di balik konser Kahitna Love Festival bagaimana perjalanan Kahitna selama 30 tahun? Simak IDEnesia episode ’30 Tahun Perjalanan Cinta Kahitna’ di Metro TV pada Kamis (25/6/2015) pukul 22.30 WIB.
 
Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NIN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan