Harmoni dalam Syukur Zendhy Kusuma (Foto: instagram)
Harmoni dalam Syukur Zendhy Kusuma (Foto: instagram)

Zendhy Kusuma Dorong Regenerasi Talenta Musik Indonesia Terus Berkembang

Elang Riki Yanuar • 26 September 2026 11:00
Ringkasnya gini..
  • Zendhy Kusuma menjadikan ulang tahunnya sebagai momentum mendorong regenerasi talenta dan keberlanjutan ekosistem musik Indonesia.
  • Lewat pendidikan dan program Goes to Nusantara, Zendhy Kusuma membuka ruang bagi musisi muda untuk belajar, membangun jaringan, dan berkolaborasi.
  • Zendhy Kusuma menilai profesi musisi membutuhkan pendidikan, disiplin, profesionalisme, dan dedikasi agar talenta baru terus berkembang.
Jakarta: Musisi sekaligus pendidik musik Zendhy Kusuma menjadikan pertambahan usianya sebagai momentum untuk kembali memikirkan keberlanjutan ekosistem musik Indonesia. Bagi dia, perjalanan sebagai musisi tidak berhenti pada karya dan panggung, tetapi juga bagaimana membuka jalan bagi talenta baru.

Semangat tersebut disampaikan Zendhy dalam perayaan ulang tahun bertajuk Harmoni dalam Syukur yang digelar di BATI Group, Jakarta, pada 21 September 2026. Acara itu mempertemukan keluarga, sahabat, guru, murid, serta sejumlah musisi dalam suasana penuh apresiasi.

Mengusung tema Apresiasi, Doa, dan Persembahan Kebaikan, perayaan tersebut membawa pesan Ketika Syukur Tidak Hanya Dirayakan, Tetapi Dibagikan. Sekitar 150 undangan hadir dalam acara yang memadukan musik, pendidikan, refleksi, dan kebersamaan tersebut.

Bagi Zendhy, bertambahnya usia menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang sudah dilalui sekaligus memikirkan kontribusi yang masih bisa diberikan. Dia melihat pendidikan musik sebagai salah satu bagian penting dalam proses tersebut.

“Bertambah usia bagi saya bukan hanya tentang merayakan satu angka, tetapi tentang melihat kembali perjalanan, orang-orang yang sudah berjalan bersama, dan apa yang bisa terus saya kontribusikan. Musik bagi saya bukan hanya tentang tampil dan berkarya, tetapi juga tentang pendidikan, proses, disiplin, dan bagaimana kita bisa membantu generasi berikutnya berkembang,” kata Zendhy Kusuma.

Zendhy menilai regenerasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan musik Indonesia. Menurut dia, talenta baru membutuhkan ruang untuk belajar, mendapatkan pendampingan, membangun jaringan, serta memahami bahwa profesi musisi juga membutuhkan proses yang serius.

Perhatiannya terhadap regenerasi musik tidak hanya dilakukan melalui aktivitas mengajar. Zendhy juga aktif mendampingi murid dalam mengembangkan kemampuan bermusik, performa, hingga kesiapan ketika harus tampil di hadapan publik.

Dia juga memberikan perhatian kepada para guru musik. Para pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan musik mendapatkan arahan dan bimbingan untuk membantu membangun lingkungan pendidikan musik yang dapat berkembang secara berkelanjutan.

Menurut Zendhy, kemampuan bermusik saja belum cukup untuk membangun karier sebagai profesional. Pendidikan, kedisiplinan, profesionalisme, dan dedikasi diperlukan agar seorang musisi dapat terus berkembang dan memahami tanggung jawab dalam menjalani profesinya.

Upaya memperluas ekosistem musik juga dilakukan Zendhy melalui program Goes to Nusantara. Lewat program tersebut, dia mengunjungi berbagai daerah untuk bertemu komunitas musik dan gitar serta musisi lokal.

Pertemuan dengan komunitas di berbagai daerah menjadi kesempatan bagi Zendhy untuk bertukar pengalaman sekaligus membuka jaringan baru. Dia juga mendorong terciptanya ruang berbagi dan kolaborasi antarmusisi dari latar belakang yang berbeda.

Di sisi lain, perjalanan Zendhy sebagai musisi juga terus berkembang hingga ke ranah internasional. Salah satunya melalui album ketiganya yang direkam di Jepang. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kreatif yang terus dia kembangkan.
Semangat berbagi juga terlihat melalui aktivitas Yayasan Bina Harmoni Jiwa. Yayasan tersebut turut menjalankan berbagai kegiatan untuk masyarakat, termasuk memberikan sumbangan dan bantuan secara berkala.

Dalam perayaan ulang tahunnya, Zendhy mengemas sejumlah kegiatan dengan unsur musik dan kebersamaan. Doa bersama dilakukan melalui nyanyian dan medley tiga lagu populer, sementara prosesi tiup lilin berlangsung dengan kue ulang tahun berupa martabak.

Setelah sesi refleksi dan doa, rangkaian acara dilanjutkan dengan Music Appreciation & Fellowship. Guru, murid, musisi, dan kolaborator tampil dalam sesi tersebut sebelum acara ditutup dengan kolaborasi serta open jam session bertajuk Music Without Boundaries.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA