Jamal Mirdad (Foto: YouTube)
Jamal Mirdad (Foto: YouTube)

Jamal Mirdad Kembali Bernyanyi lewat Nasi Hangat, Bawa Pesan soal Gizi Anak

Agustinus Shindu Alpito • 05 Oktober 2026 19:30
Ringkasnya gini..
  • Jamal Mirdad kembali ke dunia musik setelah cukup lama tidak menghadirkan karya terbaru
  • Penyanyi senior tersebut memperkenalkan single berjudul “Nasi Hangat” yang mengangkat isu pemenuhan gizi dan kepedulian anak-anak Indonesia.
  • Jamal menyebut makanan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memenuhi rasa lapar.

Jakarta: Jamal Mirdad kembali ke dunia musik setelah cukup lama tidak menghadirkan karya terbaru. Penyanyi senior tersebut memperkenalkan single berjudul “Nasi Hangat” yang mengangkat isu pemenuhan gizi dan kepedulian terhadap masa depan anak-anak Indonesia.

Lagu “Nasi Hangat” menjadi karya terbaru Jamal yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga membawa pesan sosial. Melalui musik, ia ingin mengajak masyarakat melihat makanan bergizi sebagai bagian penting dari kesehatan dan tumbuh kembang generasi muda.

Jamal menyebut makanan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memenuhi rasa lapar. Ada kepedulian dan harapan yang ikut hadir ketika kebutuhan pangan anak-anak terpenuhi.

“Melalui lagu ini, saya ingin menyampaikan bahwa makanan bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga tentang kepedulian, kesehatan, dan harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Jamal dalam keterangannya, Senin, 5 Oktober 2026.

Pesan dalam “Nasi Hangat” berkaitan dengan pentingnya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi bagi anak. Lagu tersebut menggambarkan makanan sederhana sebagai sesuatu yang dapat memberikan tenaga sekaligus mendukung anak dalam menjalani aktivitas dan pendidikan.
 

Tak Hanya Kembali Bernyanyi

Kembalinya Jamal ke dunia musik juga dibarengi dengan langkah lain di bidang industri kreatif. Pada kesempatan yang sama, ia menginisiasi Pekerja Seni Kreatif Indonesia Raya (PASKARA).

Wadah tersebut dirancang untuk mempertemukan berbagai pekerja seni dan pelaku industri kreatif. Di dalamnya mencakup seniman, musisi, pekerja pertunjukan, pekerja film hingga kreator konten.

PASKARA diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pekerja kreatif untuk membangun jaringan, mengembangkan potensi, membuka peluang kolaborasi, serta terlibat dalam kegiatan sosial dan kebudayaan.

Bagi Jamal, seni tidak berhenti sebagai sarana hiburan. Musik dan karya kreatif juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat dan mendorong kepedulian terhadap persoalan sosial.

Melalui “Nasi Hangat”, Jamal memilih isu gizi anak sebagai pesan yang ingin disuarakan. Sementara lewat PASKARA, ia mencoba memperluas peran pekerja seni agar dapat berkontribusi melalui kreativitas dan karya.

(Annisa Julinah)



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA