Vanessa Fernandez a.k.a Vandetta. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Vanessa Fernandez a.k.a Vandetta. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Cinta Pertama Vendetta dan Kisah di Balik Moniker

Hiburan LIPUTAN EKSKLUSIF Festival The Alex Blake Charlie
Cecylia Rura • 10 Desember 2019 13:58
Singapura: Solois Vanessa Fernandez dengan moniiker Vandetta kini dikenal sebagai Queen of Souls dari Singapura. Vandetta menjadi headliner tuan rumah digelarnya festival musik The Alex Blake Charlie Sessions perdana oleh 24 OWLS.
 
Dalam kesempatan wawancara, Vandetta menceritakan bagaimana musik menjadi cinta pertamanya sejak kecil. Dia sempat merilis sejumlah album bersama grup hip hop yang kini tak lagi aktif Urban Xchange dan Parking Lot Pimp pada tahun 2000-an, serta bekerja di radio.
 
"Kenapa aku bekerja di radio karena aku sangat memiliki passion untuk musik. Jadi itu adalah cara lain yang aku lakukan untuk mendukung musik dunia. Namun, musik dan bernyanyi selalu menjadi yang cinta pertamaku," kata Vandetta di Pasir Panjang Power Station, Sabtu, 7 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya dia bekerja sebagai asisten direktur program di Radio Mediacorp Lush 99,5 FM pada 2017. Dia kemudian memproduksi musiknya sendiri yang disebut Singapore Sounds dan bekerja di stasiun Medacorp lain yakni 938 Live. Kini dia pun lebih fokus untuk bermusik. Vandetta juga menjalankan label rekamannya sendiri yang dinamai Ownself Records.
 
Sejak bergerak sebagai musisi solo, Vanessa Fernandez menggunakan moniker Vandetta. Nama ini pun punya cerita menarik di baliknya. Vandetta dulunya sangat aktif menyuarakan pendapat. Dari sini dia pun sempat dijuluki Vandetta.
 
"Itu adalah nama favoritku. Ketika aku masih sekolah, lama sekali sekitar tahun 2000. Saya setuju dengan perlunya opini untuk berpendapat. Jadi ketika Anda tidak setuju, Anda bisa menyuarakannya," kata Vandetta.
 
Pendapat soal inferioritas yang kini kerap dialami sebagian perempuan, Vandetta merasa hal itu tidak akan terjadi selama kita bisa menempatkan diri.
 
"Sangat sedih kalau memikirkan hal itu. Tapi aku juga berharap hal itu bisa berubah karena dunia juga terkadang melakukan hal itu tanpa sadar. Orang memerlakukan Anda dengan berbeda. Aku pikir itu hanya soal mindset saja," cerita solois kelahiran 17 Oktober 1982 itu.
 
"Aku rasa ketika Anda memberikan energi positif di manapun, sesuatu akan memperlakukan Anda dengan baik. Aku menyadari ketika merasa rendah diri, mereka akan memperlakukanku seperti itu. Namun jika aku tampak aktif seperti menyuarakan tentang kekuatan perempuan orang akan menyadari keberadaanku. Jadi orang akan memerlakukan aku sebagaimana aku memperlakukan mereka," kata Vandetta.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif