Guruh Soekarnoputra (Foto: dok. Medcom)
Guruh Soekarnoputra (Foto: dok. Medcom)

Guruh Soekarnoputra Wafat, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama 7 Hari

Basuki Rachmat • 26 September 2026 13:28
Ringkasnya gini..
  • PDIP mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari untuk menghormati almarhum Guruh Soekarnoputra.
  • Guruh dikenang tidak hanya sebagai maestro musik tetapi juga pencipta lagu Mars PDI Perjuangan.
  • Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan rasa duka mendalam dan sempat memantau langsung perawatan medis sang adik sebelum berpulang.
Jakarta: PDI Perjuangan (PDIP) mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan kepada maestro musik Tanah Air sekaligus putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Guruh Soekarnoputra. Guruh meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, dalam usia 73 tahun.

Penghormatan tersebut menjadi bagian dari protokol partai untuk mengenang Guruh yang selama hidupnya dikenal tidak hanya sebagai seniman dan komponis, tetapi juga sebagai sosok yang aktif dalam perjalanan PDIP. Salah satu karya yang turut melekat dengan partai tersebut adalah Mars PDI Perjuangan.

"Mas Guruh ini yang menciptakan lagu Mars PDI Perjuangan," ungkap Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di rumah duka, dikutip dari Media Indonesia pada Sabtu, 26 September 2026.

Hasto kemudian menjelaskan bahwa penghormatan terhadap Guruh akan dilakukan oleh seluruh jajaran PDIP melalui pengibaran bendera partai setengah tiang selama tujuh hari.

"Seluruh jajaran PDI Perjuangan memberikan penghormatan terbaik melalui protokol partai, dan akan mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari," lanjutnya.

Hasto juga menyebut kabar kepergian Guruh telah disampaikan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, Megawati merasakan kehilangan mendalam atas kepergian sang adik.

Selama Guruh menjalani perawatan, Megawati disebut terus memberikan perhatian terhadap kondisi adiknya. Hasto mengatakan Megawati bahkan meminta agar perkembangan kesehatan Guruh dibahas secara rinci bersama tim dokter yang menanganinya.

Hal tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian keluarga terhadap kondisi Guruh sebelum akhirnya ia berpulang pada Sabtu dini hari.

"Dan Ibu Megawati Soekarno Putra juga memberikan arahan untuk secara detail, berdiskusi secara detail dengan para dokter ahli yang merawat Mas Guruh," ujar Hasto.
   

Kondisi Kesehatan Guruh Sebelum Meninggal Dunia


Sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan Guruh Soekarnoputra memang sempat mengalami penurunan. Ia sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit dan kemudian mendapat penanganan intensif di ICU RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Sang keponakan, Didi Mahardika, sempat memberikan kabar mengenai kondisi Guruh kepada awak media pada Kamis, 24 September 2026. Saat itu, Didi mengungkapkan bahwa Guruh berada dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.

Didi juga menyebut Guruh sempat mengalami kejang sebanyak tiga kali sebelum menjalani perawatan intensif.

"Om Guruh Soekarno Putra saat ini sedang di rawat di ICU dan sudah dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri. Bahkan beliau sudah sempat tiga kali kejang," ujar Didi Mahardika kepada awak media pada Kamis, 24 September 2026.

Didi kemudian menjelaskan bahwa Guruh sebelumnya sempat menjalani perawatan selama beberapa pekan. Kondisinya sempat membaik sebelum kembali mengalami penurunan.

"Beliau juga sudah sempat dirawat di RS Medistra Jakarta selama empat minggu dan sempat membaik namun saat ini kondisinya kembali memburuk," lanjut Didi.

Guruh Soekarnoputra kemudian mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, dunia seni, serta pihak-pihak yang mengenal kiprahnya sebagai seniman dan tokoh kebudayaan Indonesia.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA