Julia Jacklin (Foto: dok. Julia Jacklin)
Julia Jacklin (Foto: dok. Julia Jacklin)

Julia Jacklin Umumkan Album Baru The Gem, Refleksi tentang Cinta, Kebebasan, dan Pencarian Diri

Agustinus Shindu Alpito • 12 Juni 2026 16:36
Ringkasnya gini..
  • Julia Jacklin resmi mengumumkan album The Gem, karya yang lahir dari refleksi mendalam tentang cinta, kebebasan, dan perubahan hidup.
  • Album The Gem menjadi rilisan perdana Julia Jacklin bersama 4AD dan akan dirilis secara global pada 25 September 2026.
  • Direkam di atas sebuah bar di Melbourne, The Gem menangkap proses kreatif yang intim dan menjadi simbol pencarian diri dalam perjalanan karier Julia Jacklin.
Jakarta: Penyanyi dan penulis lagu asal Australia, Julia Jacklin, mengumumkan album studio keempatnya yang berjudul The Gem. Album tersebut dijadwalkan dirilis secara global pada 25 September 2026 dan menjadi rilisan pertamanya bersama label independen ternama 4AD.
 
Bersamaan dengan pengumuman album, Jacklin juga memperkenalkan singel utama bertajuk Get Away From Me (I Think I'll Love You Soon). Lagu yang pertama kali diputar melalui radio Triple J itu menghadirkan nuansa jangle rock era 1980-an sekaligus menjadi penghormatan terhadap warna musik Melbourne yang banyak memengaruhi perjalanan kreatifnya.
 
The Gem diproduksi sendiri oleh Jacklin bersama Robert Muinos dan direkam sepenuhnya di Melbourne, kota yang telah menjadi rumah kreatifnya selama hampir satu dekade terakhir. Album berisi 10 lagu tersebut akan tersedia dalam format digital, CD, kaset, dan piringan hitam.

Selain mengumumkan album, Jacklin juga menyiapkan rangkaian pertunjukan intim di sejumlah toko musik independen di Inggris dan Irlandia pada musim panas ini. Tur tersebut akan memberi kesempatan pertama bagi para penggemar untuk mendengarkan materi baru dari The Gem secara langsung sebelum album resmi dirilis.
 

Album yang Lahir dari Pertanyaan tentang Cinta dan Kebebasan

Menurut Jacklin, tema utama yang mendasari The Gem berasal dari pergulatan personal yang telah lama menyertainya.
 
“Saya ingin mencintai dan dicintai, tetapi saya juga ingin bebas. Ketegangan antara dua hal itu telah menjadi pertanyaan utama dalam hidup saya.”
 
Pernyataan tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan keseluruhan isi album.
 
Judul The Gem sendiri diambil dari nama sebuah bar kecil di kawasan Collingwood, Melbourne. Tempat itu memiliki makna khusus bagi Jacklin. Ketika pindah dari Sydney ke Melbourne pada 2017, ia belum mengenal banyak orang dan mulai menghabiskan waktu di bar tersebut sebagai cara untuk keluar dari zona nyamannya sekaligus membangun kehidupan baru di kota tersebut.
 
Delapan tahun kemudian, setelah merilis tiga album yang mendapat pujian luas — Don't Let The Kids Win (2016), Crushing (2019), dan PRE PLEASURE (2022) — Jacklin memutuskan membuat album keempatnya di Melbourne, sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
 
Untuk mewujudkan proyek tersebut, ia mengajak sahabat lamanya sekaligus pemilik Rat Shack Studios, Robert Muinos. Studio tersebut berada tepat di atas bar The Gem. Mereka kemudian merekrut sejumlah musisi dekat seperti Jacob Diamond, Mimi Gilbert, dan Jess Elwood untuk mengerjakan album secara kolektif.

Direkam di Atas Bar, Dikelilingi Kebisingan Kehidupan Sehari-hari

Proses rekaman berlangsung dalam kondisi yang jauh dari steril. Studio yang digunakan berada di bekas kamar hotel di atas bar, sementara di sekitar lokasi terdapat salon rambut, studio tato, dapur, dan panggung musik yang terus beroperasi.
 
Akibatnya, berbagai suara dari aktivitas sehari-hari ikut menjadi bagian dari suasana kreatif selama perekaman berlangsung. Karena bangunan tersebut juga berfungsi sebagai tempat tinggal, sesi rekaman tidak bisa dilakukan hingga larut malam demi menghindari gangguan terhadap tetangga sekitar.
 
Saat membutuhkan jeda, para personel band cukup turun ke lantai bawah untuk menyaksikan pertunjukan musik yang sedang berlangsung. Bahkan sebelum proses rekaman selesai, mereka sempat memainkan beberapa pertunjukan rahasia di The Gem untuk menguji lagu-lagu baru di depan penonton.
 
Awalnya, Jacklin mengira album itu dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu seperti proyek-proyek sebelumnya. Namun kenyataannya berbeda. Proses kreatif justru memakan waktu hampir satu tahun hingga ia benar-benar merasa puas dengan hasil akhirnya.
 
“The Gem terasa seperti metafora untuk keseluruhan proses ini, karena sebagian besar memang terasa seperti menggali sesuatu. Saya merasa melakukannya hampir dalam kegelapan, hanya percaya bahwa pada akhirnya saya akan menemukan sesuatu.”
 
Bagi Jacklin, album ini menjadi simbol tentang pencarian, transformasi, dan keberanian mempercayai intuisi. Ia menggambarkannya sebagai perjalanan kembali menemukan dirinya sendiri setelah berbagai perubahan yang terjadi dalam hidup dan kariernya.
 

Kenang-kenangan Permanen dari Sebuah Proses Kreatif

Sebagai penutup proses rekaman, seluruh anggota tim membuat tato yang sama: lingkaran kecil yang melambangkan batu opal, batu permata favorit Jacklin. Menariknya, tato tersebut dibuat oleh salah satu bartender yang bekerja di The Gem.
 
Bagi Jacklin, tato itu menjadi simbol dari pengalaman kolektif yang istimewa selama mengerjakan album tersebut.
 
“Rasanya benar-benar seperti kami telah menciptakan sesuatu yang spesial bersama. Dan sebagai sebuah kelompok, kami merasa penting untuk mengabadikan momen itu. Saya senang kami semua kini membawa permata kecil itu bersama kami.”
 
Setelah perilisan The Gem pada September mendatang, Julia Jacklin dijadwalkan menjalani tur Amerika Utara, Inggris, dan Eropa mulai Oktober 2026 hingga sepanjang 2027.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA