Float tampil di Pantai Madasari–Batukaras, Pangandaran, Jawa Barat (Foto: dok. Float)
Float tampil di Pantai Madasari–Batukaras, Pangandaran, Jawa Barat (Foto: dok. Float)

Float Rilis Album Live at Float2Nature 2026, Rekam Momen Konser di Pesisir Pangandaran

Agustinus Shindu Alpito • 04 November 2026 18:25
Ringkasnya gini..
  • Float merilis Live at Float2Nature 2026, album rekaman konser di kawasan pesisir Madasari–Batukaras, Pangandaran.
  • Album live ini memuat medley empat lagu Float, yakni “Reborn”, “I.H.I”, “Waltz Musim Pelangi”, dan “3 Hari Untuk Selamanya”.
  • Sejak 2012, Float2Nature membawa konser ke berbagai kawasan alam dengan prinsip zero waste dan kegiatan bersih pantai.
Jakarta: Float mengabadikan pengalaman konser di alam terbuka melalui album Live at Float2Nature 2026. Album rekaman panggung tersebut dirilis di berbagai platform musik digital pada 28 Oktober 2026, dengan materi yang direkam langsung dalam gelaran Float2Nature di kawasan pesisir Pantai Madasari–Batukaras, Pangandaran, Jawa Barat.

Album ini menangkap penampilan Float di tengah lanskap alam pesisir, sekaligus menjadi bagian dari perayaan perilisan EP Constant Changes. Dalam pertunjukan tersebut, formasi Float yang terdiri dari Hotma "Meng" Roni Simamora (vokal dan gitar akustik), David Qlintang (gitar elektrik), Binsar Tobing (bas), dan Timur Segara (drum) membawakan sejumlah lagu dari perjalanan musikal mereka.

Salah satu bagian yang menonjol adalah medley berdurasi 5 menit 26 detik, yang menggabungkan empat lagu dari periode berbeda, yakni “Reborn”, “I.H.I”, “Waltz Musim Pelangi”, dan “3 Hari Untuk Selamanya”.
 
Keempat lagu tersebut merepresentasikan perjalanan Float selama hampir dua dekade. “3 Hari Untuk Selamanya” merupakan bagian dari album soundtrack film karya Riri Riza. Sementara itu, “Waltz Musim Pelangi” masuk dalam kompilasi Songs Inspired by Laskar Pelangi (2008), disusul single “I.H.I” pada 2011 dan “Reborn” yang digunakan sebagai lagu tema kampanye Wonderful Indonesia.

Vokalis sekaligus penulis lagu utama Float, Hotma Roni Simamora, menyebut album live ini sebagai dokumentasi pengalaman yang tidak sepenuhnya bisa dihadirkan kembali melalui rekaman studio.

"Album live ini adalah dokumen hidup. Kami ingin menangkap energi yang tidak bisa direplikasi di dalam studio, suara tawa, debur ombak, hingga gemerisik daun yang berpadu dengan petikan gitar dan nyanyian bersama para Floatmates," ujar Meng.
 

Konser yang berpindah mengikuti bentang alam

Float2Nature (F2N) merupakan agenda konser berbasis alam yang digagas Float sejak 2012. Mengusung filosofi When music travels back to mother nature, acara ini membawa pertunjukan musik ke berbagai kawasan alam dengan kapasitas penonton terbatas dan melibatkan komunitas pendengar Float yang dikenal sebagai Floatmates.
 
Edisi pertamanya berlangsung di Dataran Tinggi Dieng pada 2012. Setelah itu, Float2Nature berpindah ke Tanakita, Sukabumi, pada 2013, kemudian Teluk Kiluan, Lampung, pada 2014. Pada 2022, acara tersebut digelar di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, tepatnya Situgunung.

Edisi 2026 di pesisir Madasari–Batukaras melanjutkan gagasan tersebut dengan menghadirkan pengalaman mendengarkan musik dalam suasana alam terbuka. Selain pertunjukan, Float2Nature juga mengedepankan prinsip zero waste dan kegiatan bersih pantai bersama komunitasnya.

Melalui Live at Float2Nature 2026, pengalaman tersebut kini dapat dinikmati kembali di luar lokasi konser. Album ini tersedia di Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan berbagai platform musik digital lainnya. Sementara itu, video penampilan langsung “Ke Sana” dari panggung Batukaras juga telah tersedia melalui kanal YouTube Float.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA