Irfan Sembiring (Foto: Warner Music Indonesia/Ryan)
Irfan Sembiring (Foto: Warner Music Indonesia/Ryan)

Rotor Rilis Ulang Tiga Album lewat Platform Digital

Hiburan musik indonesia
16 Maret 2019 13:03
Jakarta: Rotor rilis kembali tiga album dan video klip di bawah Warner Music Indonesia lewat platform streaming. Irfan Sembiring satu-satunya personel Rotor yang tersisa ingin bandnya terbebas dari dosa.
 
Band beraliran thrash metal yang berdiri pada tahun 1991 itu kembali merilis albumnya di paltform streaming seperti Youtube, Spotify, Joox, dan Apple Music.
 
Banyaknya pembajakan CD Album Rotor membuat Irfan merasa tanggung jawabnya belum selesai sehingga harus bertindak. Namun, di sisi lain dia juga ingin orang-orang tetap mendengarkan lagu Rotor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertimbangan itu ada pas konsultasi sama beberapa teman. Kalau misalkan banyak dibajak albumnya kasihan (fans) juga yang mau dengar harus usaha lebih," ucap Irfan Sembiring yang dijumpai di di Kantor WMI Jakarta.
 
"Dan memang kita enggak pernah rilis apapun sebelumnya selain kaset waktu itu," lanjut Irfan dengan tawa.
 
Irfan sempat memutuskan berhenti dari band dan memulai hidup yang baru dengan mendalami agama. Beberapa tahun belakangan pun diisi dengan menjadi penceramah dari masjid ke masjid. Namun hal tersebut tidak membuatnya alergi dengan bermusik dan tetap menjalani keduanya beriringan.
 
Tak heran, semenjak perubahan yang dialami oleh Irfan banyak yang tidak menyangka ia akan tetap bermusik.
 
"Sebagai awam, gue tidak berhak mengharam-haramkan musik. Kalau emang lo merasa musik haram ya lo coba dulu saja jalani yang halal dengan benar, baru lo urusin yang haram," ujar Irfan.
 
Album yang akan rilis di bawah naungan WMI yaitu, Eleven Keys (1996), New Blood (1996), Menang (1997). Rotor juga membuat satu buah video klip dari album terakhirnya berjudul Diplomasi Gila yang akan rilis pada 18 Maret 2019.
 
Semenjak kepergian personelnya, hingga kini Irfan belum menentukan kembali apakah ingin melanjutkan Rotor atau membuat sesuatu yang baru. Namun keduanya tentu akan berdampak pada kegiatan agamanya.
 
"Pengin sih buat album lagi, tapi ada risikonya. Untuk buat album gue butuh waktu setahun penuh, sedangkan gue harus ceramah dan jalan-jalan setiap tahunnya sama keluarga," pungkasnya.
 
(Mardinal Afif)
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif