Musisi seperti Padi Reborn wajib dapat royalti jika lagunya diputar di supermarket atau hotel (Foto: medcom)
Musisi seperti Padi Reborn wajib dapat royalti jika lagunya diputar di supermarket atau hotel (Foto: medcom)

Atur Soal Royalti Lagu, Apa Saja Isi PP Nomor 56 Tahun 2021?

Hiburan musik indonesia industri musik royalti musisi
Sri Yanti Nainggolan • 08 April 2021 11:36
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 terkait pengelolaan royalti hak cipta lagu dan musik. Sejumlah tempat publik yang memutar lagu atau musik harus membayar royalti pada pemusiknya. 
 
Regulasi tersebut disahkan langsung oleh Jokowi pada pada Selasa, 30 Maret 2021. Setelah pengesahan peraturan itu, pemerintah juga resmi membentuk Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) untuk membantu pemerintah dalam mengurus hak cipta musik.
 
Berikut beberapa hal yang ditetapkan dalam PP tersebut:

1. Ada 14 layanan publik yang harus membayar royalti

Pasal 3 menyebutkan ada 14 layanan publik yang wajib membayar royalti kepada pencipta, pemegang hak cipta, dan hak terkait melalui LMKN jika menggunakan lagu atau musik secara komersial. Berikut daftarnya:
a. seminar dan konferensi komersial;
b. restoran, kafe, pub, bar, bistro, kelab malam, dan diskotek;
c. konser musik;
d. pesawat udara, bus, kereta api, dan kapal laut;
e. pameran dan bazar
f. bioskop;
g. nada tunggu telepon;
h. bank dan kantor;
i. pertokoan;
j. pusat rekreasi;
k. lembaga penyiaran televisi;
l. lembaga penyiaran radio;
m. hotel, kamar hotel, dan fasilitas hotel; dan
n. usaha karaoke.

2. Layanan publik harus memiliki lisensi bisa memutar musik

Pengelola atau pemilik layanan publik tersebut harus mengajukan permohonan lisensi kepada pemegang hak cipta atau hak terkait. Nantinya, mereka wajib melaporkan penggunaan lagu dan musik kepada LMKN, lembaga tempat mereka membayar royalti. Hal itu tertera pada pasal 9.

3. Pengusaha layanan publik mikro mendapat keringanan bayar royalti

Pasal 11 menyebutkan bahwa pengusaha atau pengelola yang masuk dalam kategori mikro, sesuai dengan peraturan perundang-undangan mengenai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diberikan keringanan tarif royalti. Keringanan ditetapkan oleh menteri. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif