Foto: Facebook International Choral Festival of Preveza
Foto: Facebook International Choral Festival of Preveza

Paduan Suara YMSCC dari Indonesia Raih Penghargaan di Yunani

Hiburan musik indonesia
Cecylia Rura • 10 Juli 2019 10:56
Jakarta: Paduan suara YMSCC dari Indonesia ikut berkompetisi dalam International Choral Festival of Preveza di Yunani bersama perwakilan dari 23 negara lain. YMSCC membawa 21 orang kategori usia 7-16 tahun, dipimpin oleh Delima Simamora.
 
Mereka adalah Juan Markus Sidabutar, Grace Monika Nauli Sidabutar, Cindy Gracia Sinaga, Brigittha Ginting, Coleensye Sembiring Brahmana, Jocephin Surbakti, Aelsi Ilona Ginting, Frederica Sihombing, Shania Christella, Felipe Chorintian, Rivenna, Kevin Saragih, Tabitha Sinaga, Javier Moses Sidabutar, Graciana Saragih, Eirene, Manuel Pakpahan, Rachel Tannisa Tasliman, Danidrei Yakobus, Odilia Chiara, dan Magdalena Pakpahan.
 
Kompetisi ini diadakan pemerintah regional untuk mengajak orang-orang kembali ke gereja. Sejalan dengan visi ini, paduan suara YMSCC ingin meningkatkan paduan suara anak gereja dan menambah pengalaman serta pengetahuan dalam berpaduan suara khususnya membina paduan suara anak-anak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


YMSCC membawakan delapan lagu di antaranya Duo Seraphim, Regina Caeli, Cantate Domino dari Kanta Juanari (bahasa latin), Didn't My Lord Deliver Daniel, Derssermann dari Jerman (kategori bebas), Dies Irae yaitu cerita tentang penghukuman setelah masa kematian, Nangkurtat dari Pakpak Diary cerita di mana dalam permainan anak-anak, ayahnya memanggil anaknya untuk pulang tapi anaknya belum pulang-pulang, terakhir dari Minangkabau dengan tarian Badindin.
 
YMSCC berhasil membawa pulang piala penampil terbaik untuk tahun ini.
 
"Ada juara satu, juara dua. Juara satu dipilih lagi semuanya untuk mengambil dua yang The Best Performance, kita keluar sebagai Best Performance on the Stage of the Year. Second runner up untuk Best Performance on the Stage of the Year dari Slovenia," terang Delima Simomora dalam wawancara via telepon bersama Medcom.id, Selasa 9 Juli 2019.
 
Ketertarikan Delima Simamora bersama YMSCC bukan tanpa sebab untuk mengikuti kompetisi ini. Mereka melihat ada kategori khusus yang jarang diikuti oleh paduan suara dari Indonesia.
 
"Ini menekankan pada sacred, agama, mungkin orang Indonesia paling jarang. Mungkin kita pertama kali yang mengikuti khusus untuk sacred (membawakan lagu-lagu rohani). Bahkan di dunia internasional lain pun setiap orang Indonesia berangkat enggak pernah orang mau ambil sacred-nya karena itu sangat sulit. Lalu ambil folklore karena Indonesia terkenal dengan folklore-folklore-nya. Hampir rata-rata Indonesia ambil folklore atau tipe-tipe chamber," jelas Delima.
 
Sebelumnya, YMSCC sempat berkompetisi di Ceko. Ini adalah kompetisi kedua mereka di taraf internasional. Mereka juga tengah bersiap untuk kompetisi paduan suara di Belgia tahun depan.
 
"Next year kita akan mengikuti world choir games, itu seperti olimpiade koor dunia di Belgia. Jadi itu sebetulnya center-nya, pusat kayak olahraga, olimpiade," kata Delima.
 
Delima berharap, ada perhatian khusus dari sekolah dan pemerintah dalam meningkatkan pendidikan bina vokalia.
 
"Harapan ke depan, untuk sekolah atau pemerintah, lebih memperhatikan karena ini pendidikannya tinggi sekali untuk ini," terang Delima.
 
International Choral Festival of Preveza digelar pada 4-7 Juli 2019 di Preveza, Yunani.
 

 
Paduan Suara YMSCC dari Indonesia Raih Penghargaan di Yunani

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif