"Mungkin, saya adalah the last Moluccas (musisi terakhir dari Maluku) yang masih eksis, setidaknya untuk generasi yang muncul di era 98. Menanti Arah adalah anugerah, dan saya selalu menanti arah yang positif," ujar pria asal Ambon itu, dalam konferensi pers yang berlangsung di Torino Restaurant, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2015).
Banyak pengalaman manis maupun pahit dikecap Glenn selama berkarier di industri musik.
"Semakin ke sini masalahnya semakin kompleks. Banyak pembajakan, untuk bertahan di industri musik susah sekali. Kalau sulitnya zaman dulu, saya pernah merasakan bagaimana sebuah karya harus melewati badan sensor, untuk berkreasi pun dibatasi," kata dia.
"Tapi sisi menyenangkannya, saya generasi yang lahir di ujung peralihan. Jadi saya pernah merasakan rekaman pakai pita maupun di dapur rekaman yang sudah canggih," tambahnya.
Konser Menanti Arah akan berlangsung 17 Oktober 2015 di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Menanti Arah akan menjadi puncak dari konser yang telah digelar di 19 kota besar Indonesia, sejak Mei lalu.
Sebelumnya, Glenn juga meluncurkan Buku 20, sebuah buku yang berisi kumpulan kisah dari berbagai penulis yang ditantang menafsirkan cerita dalam lagu-lagu Glenn.
Mantan suami Dewi Sandra itu pun berencana merilis film Surat dari Praha yang sedang dalam proses penggarapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News