Berisi 10 lagu, Lemonade digadang-gadang menghadirkan arah musik yang lebih matang. Meski judulnya terkesan cerah dan bernuansa musim panas, aespa diperkirakan tetap mempertahankan ciri khas mereka, yaitu eksperimen suara “metallic” yang futuristik dan kompleks.
Comeback ini juga disebut akan memperluas narasi high-concept yang selama ini menjadi identitas kuat aespa, sekaligus mempertegas posisi aespa di ranah K-pop avant-garde global.
aespa 에스파 ’LEMONADE‘ INTRO - P.O.S: Singularityhttps://t.co/3pY1UBv8MF
— aespa (@aespa_official) April 19, 2026
aespa 에스파 The 2nd Album 〖LEMONADE〗
➫ 2026.05.29 1PM (KST) / 12AM (EDT)
???? https://t.co/8IVqBeE9vE#aespa #æspa #에스파#LEMONADE #aespaLEMONADE pic.twitter.com/wIJ8asxAgQ
Album ini juga disebut-sebut akan melanjutkan kesuksesan Armageddon (2024), yang sebelumnya mendominasi berbagai platform streaming Korea. Album itu pun membawa aespa meraih penghargaan Group of the Year di Billboard Women in Music 2025.
| Baca juga: Konser di Indonesia, aespa Penasaran dengan Nasi Padang dan Martabak |
aespa
aespa debut pada November 2020 lewat single “Black Mamba”. Dengan konsep yang cukup unik, tak butuh waktu lama untuk grup besutan SM Entertainment ini menrik perhatian pencinta K-Pop.Grup beranggotakan Karina, Winter, Giselle, dan Ningning ini telah merilis sejumlah karya seperti album penuh perdana Armageddon (2024), mini album atau EP Savage, Girls, MY WORLD, Drama, dan Whiplash.
Sepanjang tahun 2025, aespa bahkan menunjukkan perkembangan signifikan dalam eksplorasi musik. Lewat single “Dirty Work” dan mini album keenam Rich Man, mereka mulai keluar dari batasan konsep “metaverse” yang sebelumnya melekat.
Pendekatan baru ini membuka ruang bagi eksplorasi genre yang lebih luas, tanpa meninggalkan energi dinamis yang menjadi ciri khas mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News