Vinyl edisi ini dipasarkan dengan kisaran harga sekitar USD 25–35 atau setara Rp400 ribu hingga Rp550 ribu, tergantung wilayah distribusi dan retailer. Meski tergolong bukan rilisan murah, tingginya permintaan menunjukkan daya beli penggemar sekaligus nilai eksklusivitas produk tersebut.
Tidak hanya sebagai medium musik, vinyl tersebut juga diposisikan sebagai collectible item, yang membuat banyak penggemar dan kolektor berlomba mendapatkannya. Hal ini menegaskan bahwa pengaruh Jimin tidak hanya kuat di platform digital seperti streaming, tetapi juga di pasar fisik.
Fenomena “Jimin’s Effect” juga tercermin dari berbagai indikator lain. Ia secara konsisten menempati posisi atas dalam brand reputation ranking idol di Korea Selatan, yang mengukur tingkat eksposur media, perhatian publik, serta interaksi di dunia maya.
Di luar musik, pengaruh Jimin juga terasa kuat di industri fashion. Ia diketahui menjadi global ambassador untuk brand ternama seperti Dior dan Tiffany & Co.. Setiap penampilannya kerap memicu tren baru dan langsung menjadi perbincangan di kalangan penggemar maupun publik luas.
Baca Juga :
The King’s Warden Tembus 14,7 Juta Penonton, Masuk 3 Besar Film Terlaris Korea Sepanjang Masa
Konsistensi ini menunjukkan bahwa Jimin memiliki daya jual global yang stabil. Bahkan tanpa kampanye promosi besar, rilisan seperti vinyl Burgundy tetap mampu menciptakan efek pasar yang signifikan.
Fenomena ini sekali lagi mempertegas posisi Jimin sebagai salah satu figur paling berpengaruh di industri K-pop saat ini, baik dari sisi musik, branding, maupun budaya populer global.
(Maiza Jasmine A.R)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News