Denada (Foto: Medcom/Cecylia)
Denada (Foto: Medcom/Cecylia)

Gara-Gara Tukang Parkir, Denada Jadi Pedangdut

Hiburan denada
Dhaifurrakhman Abas • 04 Agustus 2020 16:20
Jakarta: Penyanyi Denada memulai kariernya sebagai musisi rap di era 1990-an. Namun siapa sangka, jauh sebelum itu, Denada lebih dahulu berkecimpung dalam seni panggung tari tradisional Jaipong.
 
"Di awal karier gue, sebenarnya sebelum gue ngerasain panggung sebagai penyanyi atau rapper, pertama gue ngerasain manggung sebagai penari jaipong. Guru gue Camelia Malik," kata Denada dalan kanal YouTube Daniel Mananta Network, dikutip Selasa 4 Agustus 2020.
 
Denada mengaku sangat menikmat ketika berkecimpung di dunia tari tradisional Jaipong. Tetapi dia memutuskan meninggalkan panggung Jaipong dan hijrah sebagai penyanyi rap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi pas gue minta sama nyokap, gue pengin jadi rapper. Guru gue bu Mia (Camelia Malik) bilang mending jadi penyanyi dangdut. Banyak duitnya. Nyokap juga bilang begitu. Aku enggak mau. Maunya rapper. Dan mereka support apa yang gue pilih," ucap Denada.
 
Selama menjadi rapper, Denada sudah menelurkan album seperti Kujelang Hari (1994), Ini Album Gue (1997) dan Awal Baru (2000). Dia juga berhasil menyabet penghargaan International Viewers Choice Award for MTV Asia tahun 1995 di New York, Amerika Serikat untuk lagunya berjudul Sambutlah.
 
"Gue enggak pernah lupa momen itu. Gue bersyukur karena diberi Tuhan chance merasakan itu," papar dia.
 
Suatu hari, di tengah kesibukannya sebagai seorang rapper, Denada diundang menjadi bintang tamu di salah satu acara musik. Dalam acara itu, Denada bersama musisi lainnya ditantang menyanyikan lagu dangdut.
 
"Jadi di acara musik itu mereka bikin satu episode, mengundang orang di luar dunia dangdut untuk berkumpul di acara itu dan menyanyi dangdut. Ada rocker, penyanyi jazz, artis, dan ada gue sebagai rapper," kenang Denada.
 
Denada yang kebetulan menyukai lagu dangdut menerima tantangan di acara tersebut dan memilih untuk menyanyikan lagu Goyang Dombret dibalut dengan sentuhan Jaipong. Lagu tersebut viral di masa itu.
 
"Jadi saat itu dibebaskan pilih lagu apapun. Gue pilih Goyang Dombret karena lagi viral. Gue punya dancer Jaipong dan gue bangga dengan itu. Gue orang yang enggak bisa denger gendang, rampak, Jaipong. Ketika dengar Itu otomatis nari Jaipong. Gue minta panitia agar lagu ditambah nada Jaipong. Jadi di acara itu gue membawakan lagu Goyang Dombret sambil Jaipongan dari awal sanpai akhir lagu dan gue senang. Semua orang happy," terangnya.
 
"Next day ketika gue jalan dan abang tukang parkir menyambut gue bukan sebagai Denada rapper, tapi Denada yang nyanyi Dombret. Dan semenjak itu orang ngenalin Denada Dombret. Thats it begitu aja," paparnya.
 
Setelah menyelesaikan acara itu, Denada jadi makin dikenal publik sebagai penyanyi dangdut Goyang Dombret. Dia juga mendapatkan tawaran untuk menyanyikan lagu dangdut di beberapa acara televisi. Dendada kemudian mencoba peruntungannya sebagai pedangdut dan menelurkan beberapa buah lagu dangdut serta album bertajuk One Stop Dangdut (2007).
 
"Dan akhirnya gue bisa punya nafkah dari dangdut. Dan gue syukuri dan menjalankan itu," tandas dia.
 

 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif