Mocca di Java Jazz 2026 (Foto: dok. mld_)
Mocca di Java Jazz 2026 (Foto: dok. mld_)

Mocca Terharu Lagunya Masih Dihafal Penonton Java Jazz 2026

Elang Riki Yanuar • 02 Juni 2026 16:00
Ringkasnya gini..
  • Mocca terharu melihat penonton Java Jazz 2026 masih hafal dan ikut menyanyikan lagu-lagu mereka di Stage Bus Jazz.
  • Tampil di panggung bus yang intim, Mocca mendapat sambutan hangat dan interaksi dekat dengan pengunjung Java Jazz Festival 2026.
  • Java Jazz 2026 kembali membuktikan daya tarik lintas generasi, dengan Mocca menjadi salah satu penampil yang mencuri perhatian.
Jakarta: Band indie pop Mocca membawa pulang kesan mendalam dari penampilannya di myBCA International Java Jazz Festival 2026. Grup yang telah puluhan tahun mewarnai industri musik Indonesia itu mengaku terharu melihat begitu banyak penonton yang masih hafal dan menyanyikan lagu-lagu mereka, bahkan di tengah ramainya festival musik yang menghadirkan beragam musisi lintas generasi.
 
Momen tersebut terjadi saat Mocca tampil di MLDSPOT Stage Bus Jazz, salah satu panggung unik yang menjadi daya tarik tersendiri selama gelaran Java Jazz Festival 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten. 
 
Selama tiga hari penyelenggaraan pada 29 hingga 31 Mei 2026, ribuan pengunjung memadati area festival untuk menikmati pertunjukan dari musisi nasional maupun internasional.

Bagi Mocca, penampilan kali ini terasa berbeda. Selain tampil di atas panggung berbentuk bus yang ikonik, mereka juga mendapat sambutan hangat dari para penonton yang memenuhi area food bazaar tempat panggung tersebut berada.
 
Arina, vokalis Mocca, mengaku sempat memiliki kekhawatiran sebelum naik ke atas panggung. Lokasi panggung yang berada di kawasan kuliner membuatnya berpikir perhatian pengunjung akan terbagi antara menikmati makanan dan menyaksikan pertunjukan musik.
Namun, kenyataan di lapangan justru jauh dari perkiraannya. Sejak awal penampilan, area di depan panggung dipenuhi penonton yang tidak hanya menyaksikan, tetapi juga ikut bernyanyi bersama sepanjang pertunjukan berlangsung.
 
“Kami sempat berpikir perhatian pengunjung akan terbagi antara makan dan menonton pertunjukan. Ternyata justru sebaliknya, di atas panggung MLDSPOT Stage Bus Jazz yang berbentuk bus ini suasananya justru sangat ramai dan hangat. Banyak yang ikut bernyanyi bersama dan kami terharu melihat para penonton hafal lagu-lagu Mocca,” ujar Arina.
 
Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa karya-karya Mocca masih memiliki tempat khusus di hati para pendengar musik Indonesia. Lagu-lagu yang telah menemani berbagai generasi ternyata tetap mampu membangun kedekatan emosional ketika dibawakan secara langsung di atas panggung.
 
Tidak hanya Arina yang merasakan kesan positif dari penampilan tersebut. Toma, bassist Mocca, juga menilai suasana yang tercipta di Stage Bus Jazz memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan panggung festival pada umumnya.
 
Menurut Toma, desain panggung yang berada di atas bus membuat jarak antara musisi dan penonton menjadi lebih dekat. Interaksi yang tercipta pun terasa lebih personal sehingga menghadirkan pengalaman tampil yang sulit ditemukan di panggung berukuran besar.
 
“Konsepnya unik dan menarik. Dari kejauhan saja orang pasti langsung penasaran. Memang ada tantangan karena ukuran panggung yang terbatas, tetapi justru itu yang membuat pengalaman tampil di Stage Bus menjadi spesial,” kata Toma.
MLDSPOT Stage Bus Jazz sendiri kembali menjadi salah satu titik keramaian selama festival berlangsung. Panggung ini menghadirkan konsep pertunjukan yang lebih santai dan intim di area food bazaar, memungkinkan pengunjung menikmati musik sambil bersantai bersama teman maupun keluarga.
 
Selain Mocca, sejumlah musisi lain turut meramaikan panggung tersebut selama tiga hari penyelenggaraan festival. Mulai dari Hezky Joe Sextet, Biru Baru, Jordan Susanto, Almira’s Infinite Playground, Gabriella Fernaldi, Dua Empat, Emptyyy, Arumtala, Monita Tahalea hingga Coldiac.
 
"Java Jazz berhasil berkembang tanpa meninggalkan identitasnya sebagai festival jazz. Kehadiran musisi lintas genre membuat festival ini semakin dekat dengan generasi muda, sekaligus tetap relevan bagi penikmat musik dari berbagai kalangan," kata Nathaniel Widhiyanto Utomo selaku Representatif MLDSPOT.
 
"Jazz tetap menjadi fondasi utama yang hadir melalui berbagai penampilan, kolaborasi, dan eksplorasi musikal yang ditawarkan setiap tahunnya. Perpaduan antara tradisi jazz dan perkembangan musik modern inilah yang membuat Java Jazz terus relevan, baik bagi penikmat jazz maupun generasi baru pecinta musik," tutupnya. 
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA