Sebelum meninggal, Donny Fattah diketahui tengah berjuang melawan beberapa penyakit serius yang menyerang bagian tubuhnya dari pinggang ke bawah. Dalam sebuah kesempatan, ia pernah mengungkapkan bahwa dirinya harus mengonsumsi puluhan obat setiap hari untuk mengendalikan kondisinya.
“Dapat banyak obat sih, justru terlalu banyak obat. 32 jenis obat untuk tiga penyakit tapi ya campur, ada vitamin, ada obat kimia. Sudah berjalan hampir dua tahun sebenarnya,” ujar Donny Fattah kepada awak media pada Mei 2025.
Baca Juga :
Donny Fatah Bassist God Bless Meninggal Dunia
Musisi yang sudah puluhan tahun bersama God Bless ini menjelaskan bahwa penyakit yang dideritanya meliputi sarkopenia atau pengecilan otot pada kaki, penyumbatan vaskuler, serta penyakit autoimun. Ketiga kondisi tersebut menyebabkan bagian tubuh dari pinggang ke bawah menjadi lemah.
“Alhamdulillah kalau buat tubuh bagian atas saya normal, baik sekali. Yang saya kena itu dari pinggang ke bawah. Jadi itu agak lemah karena ada tiga penyakit, sarkopenia pengecilan otot kaki, kemudian penyumbatan vaskuler dan autoimun. Itu semua dari pinggang ke bawah,” ungkapnya kala itu.
Meski kondisi kesehatannya menurun, Donny Fattah tetap berusaha hadir dalam berbagai penampilan God Bless. Baginya, panggung justru menjadi obat bagi kondisi mental dan semangat hidupnya.
Ia mengaku manggung bersama God Bless bisa membantu mengobati rasa sakit yang ia rasakan. Dalam beberapa penampilan terakhir, Donny biasanya hanya memainkan beberapa lagu dan tampil dengan bantuan kursi di atas panggung.
“Meski tubuhnya tak lagi bugar, manggung bersama God Bless bisa mengobati rasa sakitnya,” kata Donny saat mengenang penampilannya.
Dalam kondisi tersebut, ia diketahui harus mengonsumsi sekitar 32 jenis obat setiap hari untuk menjaga kesehatannya.
Perjalanan Panjang Bersama God Bless
Donny Fattah merupakan salah satu figur penting dalam perjalanan God Bless sejak era awal band tersebut. Bersama nama-nama seperti Ahmad Albar dan Ian Antono, God Bless menjadi pionir rock Indonesia yang membentuk karakter musik rock Tanah Air sejak dekade 1970-an.Band ini dikenal lewat lagu-lagu ikonik seperti “Huma di Atas Bukit”, “Semut Hitam”, hingga “Rumah Kita” yang menjadi bagian penting dari sejarah musik populer Indonesia.
Meski usia band telah melewati lima dekade, para personel God Bless tetap aktif tampil di berbagai panggung.
Kepergian Donny Fattah tentu menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, serta para penggemar God Bless dan musik rock Indonesia. Dedikasinya selama puluhan tahun di panggung musik menjadikannya salah satu bassist paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News