Jakarta: Penyanyi country Amerika Serikat Ella Langley mencetak sejarah baru di tangga lagu Billboard Hot 100. Lagu hitnya, “Choosin’ Texas,” tercatat bertahan selama 23 pekan di posisi pertama, menjadikannya lagu dengan masa terlama di puncak Billboard Hot 100 sepanjang sejarah tangga lagu tersebut.
Catatan itu membuat “Choosin’ Texas” melampaui rekor sebelumnya yang dipegang lagu Natal Mariah Carey, “All I Want for Christmas Is You.” Lagu tersebut sebelumnya mengumpulkan total 22 pekan di posisi No. 1 dalam sejumlah musim liburan.
Associated Press melaporkan rekor 23 pekan tersebut diumumkan pada Selasa, 22 September 2026. Billboard Hot 100 sendiri telah menjadi salah satu acuan utama popularitas lagu di Amerika Serikat sejak diluncurkan pada Agustus 1958.
“Choosin’ Texas” dirilis pada Oktober 2025. Lagu tersebut kemudian masuk Billboard Hot 100 pada November 2025, menembus posisi 10 besar pada Januari 2026, sebelum akhirnya mencapai peringkat pertama untuk pertama kalinya pada Februari.
Pencapaian itu sekaligus menjadi No. 1 pertama Langley di Billboard Hot 100. Berdasarkan laporan Los Angeles Times yang mengutip Billboard, “Choosin’ Texas” merupakan lagu kelima Langley yang berhasil masuk tangga lagu tersebut.
Dalam wawancara dengan Billboard pada awal 2026, Langley menggambarkan kesuksesan lagu tersebut sebagai sesuatu yang terasa tidak nyata baginya.
“It feels surreal,” ujar Langley kepada Billboard.
Langley juga mengatakan kesuksesan “Choosin’ Texas” membuatnya melihat secara langsung besarnya peran penggemar dalam mengubah perjalanan karier seorang musisi.
Lewati Mariah Carey hingga Lil Nas X
Dengan torehan 23 pekan di posisi pertama, “Choosin’ Texas” kini berada di atas sejumlah lagu yang sebelumnya mencatat masa panjang di puncak Billboard Hot 100.
“All I Want for Christmas Is You” milik Mariah Carey berada tepat di bawahnya dengan total 22 pekan. Sementara itu, “A Bar Song (Tipsy)” milik Shaboozey dan “Old Town Road” milik Lil Nas X featuring Billy Ray Cyrus sama-sama pernah menghabiskan 19 pekan di posisi pertama.
Billboard Hot 100 menentukan peringkat lagu berdasarkan kombinasi sejumlah indikator konsumsi musik di Amerika Serikat, termasuk streaming, pemutaran radio, serta penjualan lagu.
Kesuksesan “Choosin’ Texas” juga tidak hanya terlihat dari posisi tangga lagu. Berdasarkan data perusahaan analitik industri musik Luminate yang dikutip Associated Press, lagu tersebut telah menghasilkan sekitar 911 juta on-demand streams di Amerika Serikat dan 1,26 miliar secara global hingga pertengahan Agustus 2026.
Associated Press menilai salah satu faktor yang membantu lagu itu menjangkau pendengar luas adalah kemampuannya menembus batas genre. Meski berakar pada musik country, “Choosin’ Texas” juga membawa sejumlah pengaruh pop, rock, soul, hingga sentuhan groove bernuansa disko.
Lagu tersebut ditulis Langley bersama Luke Dick, Miranda Lambert, dan Joybeth Taylor. “Choosin’ Texas” menjadi salah satu rilisan yang semakin mengukuhkan posisi Langley sebagai salah satu nama penting dalam gelombang baru musik country Amerika Serikat.
Rekor tersebut juga menambah panjang pencapaian Langley sepanjang 2026. Selain kesuksesan “Choosin’ Texas,” sejumlah lagu lainnya seperti “Be Her” dan “I Can’t Love You Anymore” juga berhasil mencapai posisi lima besar Billboard Hot 100.
Dengan 23 pekan di puncak, “Choosin’ Texas” kini resmi mencatat standar baru dalam sejarah Billboard Hot 100.
[Annisa Julinah]