Gita Gutawa dan Vadi Akbar (Foto: dok. pribadi)
Gita Gutawa dan Vadi Akbar (Foto: dok. pribadi)

Penampilan Gita Gutawa dan Vadi Akbar Membuka Kastil di Jerman

Elang Riki Yanuar • 17 September 2019 19:19
Jakarta: Gita Gutawa bersama Vadi Akbar, Sandhy Sondoro menyajikan aksi tak biasa ketika tampil di kota Eitorf, Jerman. Mereka manggung dalam acara pembukaan kastil bersejarah kota itu yang bernama Burg Welterode.
 
Kastil Burg Welterode secara resmi dibuka kembali pada 15 September 2019.  Kastil seluar 3 hektar ini dibangun pada tahun 1249. Namun, sekarang kastil ini dimiliki oleh Harry Kiss, pengusaha tata suara yang juga ayah dari musisi Vidi Aldiano dan Vadi Akbar.
 
"Di kota Eitorf Jerman pada tahun 1249 dibangun sebuah kastil seluas 3 Ha yang bernama Burg Welterode. Kastil ini dibangun setahun setelah Catedral Dome of Koln yang terkenal itu. Kini 770 tahun kemudian, setelah melalui sejarah dalam kurun waktu yang panjang, kastil ini akhirnya pada Januari 2019 menjadi milik kami. Kastil ini rencananya akan dijadikan basis perusahaan yang menjual produk-produk Indonesia ke Jerman," jelas Harry Kiss dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.

Sebagai perayaan dibukanya kastil itu, Harry juga menggandeng sahabatnya, Erwin Gutawa untuk mengiringi sejumlah penyanyi yang tampil. Di sana, Erwin dan timnya juga berkolaborasi dengan musisi orkestra asal Jerman, Bernd Fugelsang.
 
"Jumlah musisi ada 74 orang di panggung outdoor di halaman kastil yang dapat menampung 750 undangan masyarakat kota Eitorf dan komunitas Indonesia yang bermukim di Jerman. Angka 74 sengaja melambangkan HUT ke-74 RI. Hadir juga di acara ini Walikota Eitorf dan Konjen RI untuk Jerman Pak Toeferi," kata Erwin Gutawa.
 
Dalam panggung utama diawali Babak pertama dengan tampilnya 21 personel  rombongan Erwin Gutawa Ethnic yang menampilkan Woro, seorang penyanyi, penari dan pedalang yang multi talenta. Pada babak kedua, tampil 53 personel Orkestra Jerman membawakan karya klasik dari Antonín Leopold Dvorak, komposer asal Ceko.
 
Lalu pada Babak ketiga adalah kolaborasi Jerman Indonesia yang menampilkan penyanyi Vadi Akbar, Gita Gutawa dan Sandhy Sondoro membawakan karya Guruh Soekarno Putra yakni Chopin Larung dan Cinta Negriku. Sejumlah tarian asal Bali dan Tari Saman Aceh juga disajikan dan mendapat sambutan luar biasa masyarakat setempat.
 
"Kami menyiapkan produksi acara dengan standar Internasional. Alhamdulillah malam itu cerah sehingga acara berjalan sangat baik dan sangat mengesankan," tutup Vadi Akbar.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA