Danielle Marsh (Foto: Instagram @newjeans_official)
Danielle Marsh (Foto: Instagram @newjeans_official)

ADOR Ditinggal Pengacara di Tengah Gugatan Rp502 Miliar Danielle NewJeans

Basuki Rachmat • 30 April 2026 12:07
Ringkasnya gini..
  • ADOR ditinggal tim hukum jelang sidang gugatan Rp502 miliar melawan Danielle Marsh.
  • Konflik ADOR vs Danielle Marsh makin panas, lima pengacara top mundur mendadak.
  • Di tengah gugatan besar, tim hukum Kim & Chang keluar, sidang diprediksi makin panjang.
Jakarta: Konflik antara agensi musik ADOR dan salah satu member NewJeans, Danielle Marsh, masih terus bergulir dan memasuki babak baru. Di tengah proses persidangan gugatan ganti rugi bernilai fantastis, ADOR justru ditinggal seluruh tim kuasa hukum mereka.
 
Lima pengacara dari Kim & Chang, salah satu firma hukum paling prestisius di Korea Selatan, secara resmi mengajukan pengunduran diri mereka ke Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada 24 April 2026 lalu.
 
Langkah mendadak ini memicu spekulasi liar di kalangan publik. Pasalnya, pengunduran diri tersebut dilakukan kurang dari sebulan setelah sidang praperadilan pertama, dan terjadi tepat sebelum agenda krusial yang dijadwalkan pada Mei mendatang.
   

Gugatan Rp502 Miliar dan Pecahnya Formasi NewJeans

Melansir laporan dari The Korea Times, konflik ini bermula saat ADOR mendepak Danielle dari formasi NewJeans pada Desember 2025 dengan tuduhan pelanggaran kontrak eksklusif yang serius. Tak main-main, ADOR melayangkan gugatan ganti rugi sebesar 43,1 miliar Won (sekitar Rp502 miliar).

Gugatan masif ini tidak hanya menyasar Danielle secara pribadi, tetapi juga melibatkan pihak keluarga serta mantan CEO ADOR, Min Hee-jin. Keduanya dituduh bertanggung jawab atas terganggunya aktivitas grup serta kerugian operasional besar yang dialami agensi.
 
Mundurnya tim hukum Kim & Chang memaksa HYBE, sebagai induk perusahaan, untuk segera menunjuk perwakilan hukum baru. Kondisi ini diprediksi akan membuat napas persidangan menjadi lebih panjang dari yang diperkirakan semula.
 
Berbeda dengan kondisi ADOR yang sedang goyah, tim hukum Danielle dikabarkan tetap solid dan tidak mengalami perubahan formasi.
 
Dalam sidang pendahuluan yang digelar 26 Maret lalu, suasana sempat memanas saat pihak Danielle menuding agensi sengaja menghambat proses hukum.
 
“Mereka baru-baru ini meminta penundaan sidang selama dua bulan, jadi terkesan pihak penggugat ingin mengulur waktu,” ujar pihak Danielle saat itu.
 
Menanggapi tudingan tersebut, pihak ADOR membantah keras. Mereka berdalih bahwa kasus ini melibatkan banyak isu kompleks yang membutuhkan waktu telaah mendalam. Pengadilan sendiri telah menjadwalkan sidang lanjutan pada 14 Mei dan 2 Juli 2026 mendatang.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA