Tahun ini, RADAR Indonesia menghadirkan 10 musisi dari beragam warna musik, mulai dari pop, R&B, hingga hipdut. Kehadiran mereka dinilai mencerminkan perkembangan industri musik Tanah Air yang semakin dinamis, dengan karya-karya yang relevan bagi generasi pendengar masa kini, baik di dalam maupun luar negeri.
“Industri musik di Asia Tenggara, terutama di Indonesia terus berkembang, dengan semakin banyak artis yang berani menghadirkan warna dan perspektif baru. RADAR selalu berfokus pada mereka yang mendorong perubahan tersebut," ujar Kossy Ng, Head of Music Spotify Southeast Asia, Taiwan, dan Hong Kong dalam siaran pers yang diterima Medcom.id.
Kossy pun menambahkan bahwa program RADAR juga menjadi jembatan penting bagi musisi lokal untuk memperluas jangkauan audiens global tanpa kehilangan identitas khas Indonesia dalam karya mereka.
"Kami senang bisa membawa musik mereka ke lebih banyak pendengar sekaligus mendukung perjalanan mereka, tanpa kehilangan identitas khas Indonesia dalam karya mereka,” lanjutnya.
Perkembangan ini turut tercermin dari pencapaian regional. Sepanjang 2025, sembilan dari 20 artis teratas RADAR Global berasal dari Asia Tenggara, termasuk nama-nama dari Indonesia seperti The Lantis, Rony Parulian, dan Aftershine. Karya mereka bahkan telah menjangkau pendengar di berbagai negara, mulai dari Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, hingga Australia.
Kossy juga menerangkan bahwa program RADAR dari Spotify membuka peluang besar bagi para musisi Tanah Air untuk karya musik mereka lebih dikenal secara global.
“Menjadi bagian dari RADAR membuka peluang besar agar musik saya bisa didengar lebih banyak orang. Karena aku memproduksi semua musikku sendiri dari nol, prosesnya terasa sangat personal. Antusias banget melihat sejauh mana lagu-lagu ini bisa berkembang dan siapa saja yang bisa terhubung dengannya. Buatku, ini bukan sekadar soal jumlah pendengar, tapi tentang menemukan pendengar yang benar-benar nyambung dengan apa yang aku ciptakan di studio,” lanjutnya.
Sementara itu, musisi muda Maisha Kanna mengaku antusias dapat menjadi bagian dari RADAR. Menurutnya, dukungan dari Spotify memberikan ruang lebih besar bagi musiknya untuk berkembang dan menjangkau lebih banyak pendengar.
“Buatku, musikku bisa ada di Spotify saja sudah sangat berarti. Sekarang, bisa jadi bagian dari RADAR rasanya seperti melangkah lebih jauh lagi. Senang banget bisa dapat dukungan sebesar itu untuk musikku, apalagi melihat lagu-laguku menjangkau lebih banyak pendengar,” kata Maisha Kanna.
Baca Juga :
Maisha Kanna Bangga Dibuatkan Lagu oleh Bernadya
Menutup pernyataannya, Kossy menegaskan bahwa RADAR Indonesia 2026 tidak hanya menyoroti tren musik saat ini, tetapi juga berperan dalam membentuk arah industri ke depan. Ia menyebut, program ini dirancang untuk mendampingi perjalanan artis sejak tahap awal, bukan sekadar menciptakan kesuksesan instan.
"Sepuluh artis dari Indonesia ini punya sesuatu yang benar-benar spesial, dan kami tidak sabar melihat perjalanan mereka selanjutnya," tutup Kossy.